
KUNINGAN, (VOX) – Saat malam mulai turun dan aroma kuliner menggoda tercium di udara Kota Kuningan, ada satu tempat yang selalu ramai diserbu para penikmat makan malam: Pecel Lele Sadulur, yang berlokasi tepat di depan Masjid Al Falah, Cijoho, Kuningan.
Warung sederhana ini bukan sekadar tempat makan ia menghadirkan pengalaman kuliner yang lengkap rasa, suasana, dan kehangatan. Dikelola oleh tiga bersaudara asal Lingkungan Wage, Purwawinangun, Pecel Lele Sadulur hadir dari semangat kekeluargaan. Tak heran, namanya pun diambil dari kata “Sadulur” yang berarti keluarga atau persaudaraan.Begitu memasuki area warung, suasana hangat langsung terasa. Aroma ayam, bebek, dan lele goreng berpadu dengan sambal pedas khas keluarga Sadulur yang menjadi legenda di kalangan pecinta kuliner pedas. Sambalnya tidak sekadar pedas tapi pedas yang menyapa lidah dengan nikmat, lalu membuat rindu di suapan berikutnya.
Namun bukan hanya rasanya yang menggoda. Saat pesanan kol goreng dibuat, pengunjung akan disuguhi atraksi api besar yang menjulang ke langit, ketika kol mentah bertemu minyak panas. Dentuman suara wajan, semburan api, dan aroma gurih yang menyeruak menciptakan pertunjukan yang tak hanya memuaskan perut, tapi juga mata dan hati.
Harga menunya pun bersahabat untuk semua kalangan. Dari lele hingga bebek, semuanya disajikan dengan porsi melimpah dan rasa yang maksimal. Nasi pun dimasak langsung di lokasi, bukan disimpan sejak siang, sehingga selalu hangat dan pulen ketika sampai di meja.
Bagi pengunjung, kenyamanan juga menjadi nilai plus. Tersedia area duduk santai dan lesehan yang cocok untuk kumpul keluarga, nongkrong bareng teman, atau sekadar melepas lelah setelah beraktivitas. Jangan khawatir soal parkir area halaman Masjid Al Falah di seberang warung cukup luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Yang membuat banyak pelanggan setia? Pecel Lele Sadulur tak pernah libur. Dari sore hingga larut malam, aroma sedap dan sambal pedasnya selalu siap menyambut siapa pun yang datang.
“Bagi kami, ini bukan sekadar jualan makan, tapi cara kami menyajikan kehangatan keluarga kepada setiap orang yang datang. Semua pelanggan kami anggap saudara,” ujar salah satu pengelola, dengan senyum hangat di tengah asap dapur.
Kini, Pecel Lele Sadulur bukan sekadar warung pinggir jalan, tapi sudah menjadi ikon kuliner malam Kuningan. Tempat di mana rasa pedas menyatukan tawa, obrolan, dan cerita di setiap suapan.***











Tinggalkan Balasan