KUNINGAN, (VOX) – Temuan paket MBG Keringan berupa buah lengkeng berjamur yang diterima sejumlah penerima manfaat di wilayah Ciporang, Kuningan, menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Kuningan, Nisa Rahmi, memberikan klarifikasi terkait alur distribusi serta komunikasi yang terjadi antara pihak sekolah dan SPPG Yayasan Satya Pandawa Lima selaku penyalur.

Nisa menjelaskan kepada Vox setelah konfirmasi dengan KaSPPG bahwa distribusi dari SPPG ke sekolah sebenarnya telah dilakukan pada hari Jumat dan diterima dengan baik oleh pihak sekolah. Namun, sekolah baru membagikan paket kepada siswa pada hari Senin. “Kami sudah distribusi ke sekolah hari Jumat, dan itu sudah diterima. Tapi pihak sekolah tidak mengonfirmasi kalau pemberian ke siswa akan dilakukan hari Senin,” ujar Nisa, Rabu (19/11).

Ia menambahkan bahwa sehari sebelumnya PIC SPPG sempat dihubungi oleh Kepala SPPG terkait keamanan pengiriman pada hari Jumat. Saat itu, PIC menyampaikan bahwa pengiriman aman dan dapat dilakukan. Namun setelah muncul kejadian ini, barulah PIC memberi tahu bahwa memang sekolah baru membagikan paket kepada siswa pada hari Senin. “Kepala SPPG sudah menghimbau kembali, jika ada situasi seperti ini ke depannya, agar segera disampaikan supaya pengiriman bisa dijadwalkan di hari berikutnya,” jelasnya.

Terkait pertanyaan mengapa paket tetap diberikan ke sekolah meski waktu pengiriman sudah lewat dan siswa sudah pulang, Nisa menegaskan bahwa hal tersebut terjadi karena tidak ada pemberitahuan dari pihak sekolah untuk menunda distribusi. “Kami akan tetap distribusi sesuai jadwal dan melakukan konfirmasi terkait pengiriman. Kalau tidak ada informasi larangan atau pemberitahuan bahwa anak-anak telah pulang, maka kami tetap kirim. Kecuali pihak sekolah menginformasikan bahwa siswa sudah tidak di tempat, maka pengiriman bisa dijadwalkan ke hari selanjutnya,” kata Nisa.

Ia menegaskan bahwa koordinasi menjadi kunci agar kualitas bahan pangan tetap terjaga dan kejadian serupa tidak terulang. SPPG juga berkomitmen memperkuat komunikasi dengan pihak sekolah guna memastikan distribusi lebih tertib dan tepat waktu, sehingga penyaluran manfaat tidak menimbulkan kendala di lapangan.***