VOXPOPULI.CO.ID — Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani atau yang akrab disapa Amih Tuti melakukan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Luragung, Kabupaten Kuningan, Selasa (29/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Amih Tuti untuk bertemu langsung dengan para siswa, tenaga pendidik, serta orang tua siswa SLBN Luragung. Dalam kesempatan itu, Amih Tuti menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tidak boleh merasa berjalan sendiri karena pemerintah hadir untuk memberikan perhatian dan dukungan.

“Ibu tidak sendiri ya, kami pemerintah negara hadir untuk anak-anak kami semua,” ujar Amih Tuti dalam sambutannya.

SLBN Luragung merupakan satuan pendidikan negeri yang berada di Desa Cirahayu, Kecamatan Luragung. Berdasarkan data resmi pendidikan, sekolah tersebut menyelenggarakan layanan SDLB, SMPLB dan SMALB serta melayani sejumlah kebutuhan khusus peserta didik.

Amih Tuti mengatakan, kunjungan ke SLBN Luragung merupakan kunjungan perdana dirinya ke sekolah luar biasa tersebut. Ia menyebut sebelumnya telah memiliki niat untuk datang dan bertemu dengan kepala sekolah.

Menurut Amih Tuti, pertemuan dengan kepala SLBN Luragung sebelumnya terjadi dalam sebuah acara pernikahan mantan guru SLB. Dari pertemuan tersebut, muncul pembicaraan mengenai rencana kunjungan ke sekolah.

“Ibu, kapan berkunjung? Saya di SLB ini tinggal kurang lebih tiga bulan lagi ya, Ibu menjabat sebagai kepala sekolah,” tutur Amih Tuti mengingat kembali percakapannya dengan kepala sekolah.

Dalam suasana yang berlangsung akrab, Amih Tuti juga menceritakan kedekatannya dengan kepala sekolah SLBN Luragung. Keduanya diketahui merupakan teman semasa sekolah dasar.

Amih Tuti bahkan sempat melontarkan candaan mengenai masa kecil mereka yang disambut tawa audiens. Ia mengatakan, dahulu kepala sekolah SLBN Luragung senang bermain voli, sementara dirinya menyukai basket.

Namun, di balik suasana santai tersebut, Amih Tuti menyampaikan pesan agar para orang tua dan tenaga pendidik terus memberikan semangat kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

Ia menekankan bahwa pendidikan di SLB membutuhkan ketekunan dan semangat pantang menyerah. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan mencapai cita-citanya.

“Pendidikan di SLB ini tidak pantang menyerah, karena semua sudah jadi takdir Allah Subhanahu wa ta’ala. Kami, Ami Tuti sayang sama anak-anak kami semua,” katanya.

Amih Tuti juga menyampaikan apresiasi kepada SLBN Luragung yang dinilainya telah banyak melakukan inovasi dan meraih berbagai penghargaan.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara kepala sekolah, guru, orang tua, dan para siswa.

“Terima kasih untuk SLB Negeri Luragung yang sudah banyak berinovasi, yang sudah banyak mendapatkan penghargaan, tentunya berkat kolaborasi, sinergi sebagai kepala sekolah, para guru, juga para orang tua dan anak-anak kami,” ujar Amih Tuti.

Ia berharap para siswa SLBN Luragung tidak membatasi cita-cita mereka. Amih Tuti menyebut tidak ada yang mustahil selama anak-anak mendapatkan pendidikan, pendampingan, serta dukungan dari lingkungan sekitar.

“Semoga anak-anak kami ini, insyaallah, dari kalian akan banyak yang menjadi PNS, ada yang sukses menjadi tenaga pendidik, menjadi dosen, tidak ada yang mustahil di dunia,” ucapnya.

Amih Tuti juga menyampaikan bahwa setelah kunjungan perdananya ke SLBN Luragung, dirinya berencana mengunjungi SLB lainnya di Kabupaten Kuningan.

“Insyaallah, kami setelah pertama kali berkunjung perdana ke SLB, kami pun nanti akan berkunjung ke SLB yang lain lagi,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Amih Tuti turut membawa bingkisan untuk diberikan kepada para siswa. Bingkisan tersebut berisi makanan ringan serta perlengkapan kebersihan berupa sikat gigi, pasta gigi, dan sabun.

“Dan nah sebentar, kami bawa ini ada pemberian sikat gigi, mungkin hanya berupa sikat gigi dan sedikit snack, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk semua,” ujar Amih Tuti.

Kunjungan tersebut ditutup dengan pesan agar kebersamaan antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan anak-anak berkebutuhan khusus terus terjalin.

Bagi SLBN Luragung, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong peserta didik untuk berkembang secara mandiri dan berprestasi. Situs resmi SLBN Luragung sendiri mencantumkan visi pengembangan siswa berkebutuhan khusus agar mandiri dan berprestasi, dengan berbagai program keterampilan seperti tata boga, TIK, seni musik, tata busana, membatik, dan seni lukis.

Kunjungan Amih Tuti pun menjadi kesempatan untuk memperkuat pesan bahwa pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus membutuhkan kolaborasi berkelanjutan, bukan hanya dari sekolah dan keluarga, tetapi juga dukungan pemerintah dan masyarakat.

Bagi Amih Tuti, anak-anak SLBN Luragung memiliki ruang yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan.

“Tidak ada yang mustahil di dunia,” tegasnya. (Ugi)