
KUNINGAN, (VOX) – Menyusul pemberitaan di salah satu media online mengenai meninggalnya seorang siswi SMAN 1 Kadugede yang dikaitkan dengan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), pihak Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) Kabupaten Kuningan memberikan klarifikasi resmi.
Kepala SPPG, Dimas Rizqi Rijalul Fikri, S.Ap, menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya almarhumah. Ia menegaskan pihaknya langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penelusuran lapangan untuk memastikan kebenaran kabar yang beredar.
Pada Kamis, 16 Oktober 2025, muncul pemberitaan bahwa siswi SMAN 1 Kadugede meninggal setelah sempat merasa pusing usai mengonsumsi menu MBG pada Senin, 13 Oktober 2025. Orang tua almarhumah menyebut menu yang dimakan adalah ayam kering. Namun, data dapur sekolah menunjukkan bahwa menu MBG pada hari itu sebenarnya adalah Ayam Gule Kemangi, bukan ayam kering.
Pihak sekolah menuturkan bahwa pada hari Senin tersebut tidak ada peristiwa luar biasa. Rekan-rekan almarhumah juga menyatakan bahwa sejak pagi almarhumah sudah terlihat pucat dan hanya mengonsumsi buah jeruk, tanpa menyentuh menu MBG. Setelah itu, almarhumah tidak masuk sekolah pada Selasa hingga Kamis. Orang tua kemudian menghubungi wali kelas dan menyampaikan kondisi anaknya yang muntah dan kejang, hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.
Rekan sekelas juga menambahkan bahwa sejak duduk di kelas X, almarhumah dikenal bersikap tertutup dan sering tidak masuk sekolah karena kondisi kesehatannya.

Sebagai bagian dari upaya verifikasi, Vox mendatangi RS Permata Kuningan minggu (19/10) untuk meminta keterangan langsung. Namun, dokter yang menangani almarhumah saat itu sedang libur sehingga konfirmasi medis belum dapat diperoleh.***











Tinggalkan Balasan