KUNINGAN, (VOX) – Ketua PKC PMII Jawa Barat, Rusli Hermawan, menyoroti persoalan transparansi anggaran dalam kegiatan “Pesta KDM” yang belakangan menjadi perhatian publik di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Rusli usai menghadiri pelantikan Pengurus Cabang PMII dan KOPRI Kabupaten Kuningan periode 2025-2026 di Pendopo Kabupaten Kuningan, Sabtu (16/05/2026).

Dalam wawancaranya, Rusli menjelaskan bahwa gerakan yang digaungkan PMII Jawa Barat berkaitan dengan momentum peringatan Hari Tata Sunda dan evaluasi terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kita ingin melakukan evaluasi terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hari kebudayaan hari ini diglorifikasi menjadi hari kebesaran provinsi, tetapi di sisi lain masih ada persoalan masyarakat Jawa Barat yang lebih urgen untuk diperhatikan,” ujar Rusli.

Ia menilai anggaran kegiatan yang mencapai miliaran rupiah tersebut perlu dibuka secara transparan kepada publik.

“Kalau waktu empat kabupaten awal itu sekitar Rp3,7 miliar, ditambah kegiatan di Cirebon dan Bandung. Ini anggaran bermiliar-miliar dan DPRD juga mempertanyakan sumber anggarannya,” katanya.

Menurut Rusli, meskipun muncul penjelasan bahwa kegiatan tersebut berasal dari swadaya masyarakat dan pengusaha, PMII tetap meminta adanya keterbukaan penggunaan anggaran.

“Kita sedang menuntut transparansi,” tegasnya.

Tak hanya itu, Rusli juga menegaskan bahwa PMII Jawa Barat akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.

“Kita ingin melakukan evaluasi total terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat kurang lebih satu tahun setengah ini, baik dalam konteks pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, ekonomi maupun infrastruktur,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Rusli juga menyampaikan arahan kepada pengurus baru PMII Kabupaten Kuningan agar terus menjaga tradisi gerakan kritis organisasi.

“Terkait wacana-wacana kritis selalu kita gaungkan dalam setiap momen konsolidasi. Pelantikan ini juga merupakan momen konsolidasi untuk menentukan arah gerak cabang ke depan,” ucapnya.

Ia mengatakan gerakan PMII ke depan akan melibatkan seluruh kader se-Jawa Barat, baik melalui media sosial maupun aksi demonstrasi di lapangan.

“Gerakan yang nanti dibangun tentu melibatkan seluruh pengurus cabang dan kader PMII se-Jawa Barat, baik dalam konteks gerakan media sosial maupun gerakan aksi demonstrasi di jalan,” katanya.

Rusli juga berpesan kepada para pengurus PMII Kuningan yang baru dilantik agar terus menjaga spirit perjuangan organisasi dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“Spirit untuk melawan kezaliman, spirit membela mustadh’afin, spirit untuk tetap berada di garis terdepan membela kaum-kaum yang dilemahkan itu tidak boleh hilang,” tegas Rusli.

Menurutnya, nilai perjuangan para pendiri bangsa dan pendiri PMII harus terus dihidupkan dalam setiap gerakan kader.

“Itu harus terus digerakkan dan digelorakan oleh kader PMII se-Indonesia, khususnya Jawa Barat dan Kuningan,” pungkasnya.***