KUNINGAN, (VOX) – Susu full cream berbagai merek mulai sulit ditemukan j sejumlah toko modern maupun toko grosir di Kabupaten Kuningan. Kelangkaan ini diduga disebabkan oleh penyerapan tinggi dapur MBG. Informasi tersebut diperoleh Vox setelah melakukan konfirmasi langsung kepada salah satu mitra MBG yang enggan disebutkan namanya.

“Iya, susah. Saya sudah minta ke sales. Nyari di toko grosir maupun toko modern sudah mulai langka,” ujarnya kepada Vox.

Kelangkaan yang paling terlihat terjadi pada produk susu full cream ukuran 110 ml, yang merupakan salah satu ukuran dengan permintaan tinggi di pasaran. Dari pantauan Vox di sejumlah toko modern di kawasan Kuningan, Susu full cream kemasan berbagai brand tampak “menghilang”.

Fenomena ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Bahkan beberapa penerima manfaat di wilayah Winduhaji mengabarkan bahwa anak mereka belum mendapatkan susu yang seharusnya diterima. “Sudah dua kali susunya kurang, katanya nanti mau dirapel,” ujar salah seorang orang tua penerima manfaat kepada Vox, Jumat (21/11)

Meski demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak distributor maupun produsen terkait penyebab pasti menurunnya suplai di wilayah Kuningan.

Di sisi lain, kondisi ini sebenarnya membuka peluang bagi pelaku UMKM di Kuningan untuk melihat potensi bisnis yang tercipta dari tingginya penyerapan produk oleh MBG. Jika UMKM mampu memanfaatkan peluang ini, perekonomian lokal diprediksi dapat menggeliat. Namun, pekerjaan rumah yang cukup besar adalah memastikan apakah produk UMKM tersebut sesuai dengan kebutuhan dapur MBG, mengingat para mitra sudah terikat oleh juklak dan juknis dari BGN, sehingga tidak semua produk dapat masuk atau digunakan dalam sistem operasional mereka.

Vox akan terus melakukan pemantauan dan mencoba menghubungi pihak MBG maupun produsen untuk memperoleh klarifikasi lebih lanjut terkait kelangkaan susu full cream ini.***