
KUNINGAN, (VOX) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar akhirnya buka suara terkait isu Al Zaytun yang belakangan menjadi perhatian sejumlah pihak di Kabupaten Kuningan. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan bersama unsur MUI, Camat Ciawi, dan Camat Kalimanggis pada Selasa (12/5/2026).
Bupati menyebut, pertemuan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi para ulama dan tokoh masyarakat terkait perkembangan isu Al Zaytun agar situasi tetap kondusif.
“Tadi saya sudah mempertemukan Camat Ciawi sama Kalimanggis dengan MUI untuk saling bertukar pikiran dan menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah masih bersikap hati-hati dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada proses administratif yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
“Secara pemerintahan administratif kita belum bersentuhan karena belum terjadi transaksi, belum terjadi proses,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga suasana damai di Kabupaten Kuningan yang selama ini dikenal sebagai daerah agamis dengan tingkat toleransi tinggi.
“Yang pasti saya ingin kondisi tetap kondusif. Kuningan ini daerah agamis, toleransinya tinggi,” tegasnya.
Ia mengaku komunikasi terus dilakukan bersama Forkopimda dan aparat keamanan guna mengantisipasi potensi gangguan di tengah masyarakat.
“Ini juga sudah dibahas dalam rapat Forkopimda bersama pihak kepolisian,” lanjutnya.
Bupati meminta masyarakat tidak terpancing isu yang belum jelas dan tetap mengedepankan dialog serta musyawarah dalam menyikapi persoalan yang berkembang terkait Al Zaytun.
“Yang pasti aspirasi para kyai dan ulama kami dengarkan,” pungkasnya.***









Tinggalkan Balasan