KUNINGAN, (VOX) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan pentingnya empati sosial dan refleksi diri menjelang pergantian tahun dalam apel pagi yang digelar di Halaman Setda Kuningan, Senin 29 Desember 2025. Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk menyambut tahun baru secara sederhana, tanpa pesta berlebihan, sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Dalam amanatnya, Bupati mengungkapkan rasa haru sekaligus bangga atas kepedulian ASN Kuningan yang berhasil menghimpun dana kemanusiaan lebih dari Rp1,1 miliar. Dana tersebut direncanakan disalurkan melalui Baznas Pusat serta sebagian dialokasikan bagi warga Kuningan yang terdampak bencana lokal seperti longsor, kebakaran, dan rumah tertimpa pohon.

Menurutnya, capaian ini melampaui ekspektasi awal dan menjadi bukti nyata bahwa ASN tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga hadir saat masyarakat membutuhkan.
“Ini jawaban atas keraguan publik. ASN Kuningan bisa peduli, bisa empati, dan bisa bergerak bersama,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Ia menyebut kontribusi tersebut sebagai bentuk pengabdian yang memiliki nilai spiritual dan sosial, sekaligus pengingat bahwa setiap musibah selalu menyimpan pelajaran.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyoroti maraknya kasus penipuan tenaga kerja ke luar negeri yang menjerat warga, termasuk modus baru yang menyasar lulusan perguruan tinggi dengan iming-iming pekerjaan berbasis teknologi.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur jalan pintas dan meminta jajaran pemerintah daerah memperkuat edukasi serta pencegahan melalui surat edaran dan sosialisasi berkelanjutan.

Tak hanya itu, Bupati menyampaikan perkembangan positif di sektor ekonomi dan pertanian. Produksi beras Kabupaten Kuningan disebut meningkat signifikan dari 225 ribu ton menjadi sekitar 254 ribu ton, dengan surplus mencapai 125 ribu ton. Peningkatan ini didukung oleh modernisasi alat pertanian hasil lobi ke pemerintah pusat, dengan total bantuan yang nilainya diperkirakan mendekati Rp10 miliar.

Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian menjadi salah satu kunci penurunan kemiskinan dan pengangguran di daerah.
Menutup amanatnya, Bupati mengajak seluruh ASN dan masyarakat Kuningan menyambut tahun 2026 dengan optimisme dan kerja kolaboratif. Keterbatasan anggaran, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. “Optimisme itu keyakinan bahwa hal baik bisa kita wujudkan bersama. Tanpa itu, kita sulit melangkah,” tuturnya.

Apel pagi tersebut menjadi penanda akhir tahun yang tidak sekadar seremonial, tetapi sarat pesan kemanusiaan, kewaspadaan sosial, dan harapan akan Kuningan yang terus bergerak maju dengan empati dan kerja nyata.***