
VOXPOPULI.CO.ID – Hasil pertandingan semifinal Bupati Cup 2026 antara Kecamatan Luragung dan Kecamatan Cilimus berujung protes. Tim Kecamatan Cilimus secara resmi mengajukan keberatan administratif kepada Panitia Pelaksana Bupati Cup 2026 dan Komisi Disiplin PSSI Kabupaten Kuningan.
Dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (29/08/2026), Kecamatan Cilimus harus mengakui keunggulan Kecamatan Luragung dengan skor 1-0.
Namun, pihak Cilimus menilai terdapat insiden yang perlu ditinjau secara adil, terutama terkait dugaan pelanggaran terhadap penjaga gawang Cilimus sebelum gol tercipta.
Manajer Tim Sepak Bola Kecamatan Cilimus, Ade Bunyamin, mengatakan pihaknya melihat adanya insiden terhadap kiper yang kemudian mengalami luka dan harus ditandu keluar lapangan untuk digantikan penjaga gawang cadangan.
“Aturan jika ada keberatan maka boleh melayangkan protes secara administrasi setelah pertandingan selesai. Intinya kami melihat ada pelanggaran terhadap kiper sampai diganti oleh cadangan, tapi wasit tidak menyatakan pelanggaran,” ujar Ade Bunyamin, Sabtu (29/08/2026).

Menurut Ade, langkah protes tersebut bukan semata-mata untuk mempersoalkan kekalahan Cilimus, melainkan meminta agar insiden dalam pertandingan dapat dianalisis berdasarkan aturan dan bukti yang ada.
Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Panpel Pertandingan Bupati Cup 2026 dan Komisi Disiplin PSSI Kabupaten Kuningan, Tim Kecamatan Cilimus menyebut gol yang tercipta dalam pertandingan tersebut dianggap kontroversial.
Pihak Cilimus menjelaskan bahwa sebelum gol terjadi, penjaga gawang mereka mengalami insiden hingga mengalami luka dan harus ditandu keluar lapangan serta digantikan oleh kiper cadangan.
Cilimus kemudian meminta agar pertandingan tersebut dianalisis dan diputuskan secara adil oleh Komisi Disiplin PSSI Kabupaten Kuningan. Sebagai bahan pertimbangan, mereka juga menyertakan bukti video terkait dugaan pelanggaran tersebut.
Ade menegaskan, protes dilakukan melalui jalur administratif sebagaimana mekanisme yang tersedia setelah pertandingan selesai.
“Kami melihat ada pelanggaran terhadap kiper sampai diganti oleh cadangan, tapi wasit tidak menyatakan pelanggaran,” katanya.
Kini, Tim Kecamatan Cilimus menyerahkan proses penilaian kepada Panpel Bupati Cup 2026 dan Komisi Disiplin PSSI Kabupaten Kuningan. Mereka berharap bukti video yang diajukan dapat diperiksa secara objektif untuk menentukan apakah insiden tersebut merupakan pelanggaran dan memiliki pengaruh terhadap jalannya pertandingan.
“Intinya ada hal yang harus dilihat secara adil,” pungkas Ade.***












Tinggalkan Balasan