
KUNINGAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kuningan menunjukkan implementasi nyata nilai-nilai Marhaenisme melalui kegiatan cek kesehatan gratis yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Kuningan Islamic Center (KIC), Minggu (28/6/2026).
Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi kegiatan untuk memanfaatkan layanan kesehatan tersebut. Antusiasme warga menunjukkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan dasar masih menjadi kebutuhan yang sangat penting di tengah masyarakat.

Sekretaris Jenderal DPC GMNI Kuningan, Rifki Setia Nugraha, menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak boleh hanya menjadi ruang diskusi intelektual, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada diskusi dan kajian intelektual. Kami harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, sekaligus memberikan kontribusi nyata. Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses pemeriksaan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai-nilai Marhaenisme yang diajarkan Bung Karno, yakni menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari keterbatasan dalam memperoleh hak-hak dasar, termasuk hak atas kesehatan.

Dalam perspektif akademik, gerakan yang dilakukan DPC GMNI Kuningan juga merefleksikan peran mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan. Mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan akademik untuk menjadi penggerak transformasi di tengah masyarakat. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian gagasan maupun kritik terhadap kebijakan publik, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sebagai organisasi yang berlandaskan ideologi Marhaenisme, GMNI memandang bahwa perubahan sosial harus dimulai dari keberpihakan terhadap rakyat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat melalui pelayanan kesehatan gratis merupakan bentuk pengabdian yang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan idealisme harus diwujudkan dalam tindakan yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Secara akademis, kegiatan tersebut sejalan dengan konsep preventive health care, yaitu pendekatan pelayanan kesehatan yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat menjadi langkah deteksi dini terhadap penyakit tidak menular yang sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Melalui deteksi dini, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk melakukan pencegahan sehingga risiko penyakit yang lebih serius dapat diminimalkan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin merupakan bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui aksi sosial tersebut, DPC GMNI Kuningan menegaskan bahwa nasionalisme tidak selalu diwujudkan melalui demonstrasi jalanan atau audiensi. Nasionalisme juga tercermin dari kepedulian terhadap persoalan rakyat serta keberanian untuk menghadirkan solusi nyata. Dari sebuah meja pemeriksaan kesehatan di kawasan Car Free Day, mahasiswa menunjukkan bahwa semangat perjuangan Bung Karno tetap relevan untuk diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, sehingga cita-cita menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat dapat terus dirawat dan diperjuangkan.***









Tinggalkan Balasan