KUNINGAN, (VOX) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, MARS, menegaskan bahwa kasus meninggalnya salah seorang siswi SMAN 1 Kadugede tidak ada kaitannya dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang dijalankan di Kabupaten Kuningan.

Menurut dr. Edi, pernyataan tersebut berdasarkan laporan dari Kabid Pelayanan dan pihak manajemen RS Wijaya Kusumah yang menangani pasien terakhir kali.

“Pasien sebelumnya sudah mengalami panas tinggi selama tiga hari. Saat dibawa ke rumah sakit, kondisinya sudah kejang dan tidak sadarkan diri. Setelah ditelusuri, kemungkinan besar penyebab kematian adalah radang selaput otak (meningitis). Jadi, kami tegaskan kematian ini tidak terkait MBG,” ujar Kadinkes Kuningan, dr. Edi Martono, MARS, saat dikonfirmasi, Selasa (21/10/2025).

Ia juga memastikan bahwa tidak ada laporan gangguan kesehatan dari siswa lain yang turut mengonsumsi makanan MBG di sekolah tersebut. Dengan demikian, isu yang mengaitkan kasus ini dengan MBG tidak dapat dibenarkan.

Sementara itu, pihak RS Permata Kuningan yang lebih dahulu menangani pasien memberikan klarifikasi tambahan. Dokter penanggung jawab melalui dr. Ihsan, menegaskan bahwa cairan berwarna hijau yang keluar dari tubuh almarhumah bukanlah racun sebagaimana sempat dispekulasikan publik.

“Itu cairan lambung yang bercampur dengan cairan empedu, bukan racun,” jelas dr. Ihsan.

Dengan adanya pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan Kuningan dan RS Permata, masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi isu yang tidak benar, dan tetap mempercayakan informasi pada keterangan resmi pihak medis.***