
KUNINGAN,(VOX) – Kejuaraan Daerah (Kejurda) VIII Tapak Suci Jawa Barat Kabupaten Kuningan resmi digelar pada Jumat (1/5/2026). Di kampus 1 Universitas Muhammadiyah Kuningan ( UM Kuningan).Kegiatan ini menjadi momentum penting kebangkitan pencak silat Tapak Suci setelah sempat vakum selama dua tahun.
Pembukaan kejuaraan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kuningan Ustaz Dadan Rahmatun Ramdhan, Rektor UM Kuningan Wawang Anwarudin, Pimpinan Wilayah VII Tapak Suci Jawa Barat Empi Adrapi, serta Ketua Pimda 143 Tapak Suci Kuningan Ridwan Hadisantoso. Kecamatan Kuningan Deni Hamdani, Kabid Olahraga Disporar Siswoyo,pimpinan Ortom Muhammadiyah.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., mengatakan Jurda kali ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya mencari bibit atlet unggul sekaligus kader penerus Muhammadiyah.
“Ini menjadi momentum yang baik setelah dua tahun vakum. Harapannya, dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet berprestasi yang nantinya menjadi kader unggul dan berkemajuan,” ujarnya.
Sebanyak 323 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.

Pelaksanaan kegiatan awalnya dijadwalkan berlangsung hingga 3 Mei 2026, namun oleh panitia dipadatkan menjadi dua hari, yakni 1 hingga 2 Mei 2026.
Ketua pelaksana, Rafli Firdaus, menjelaskan persiapan kegiatan telah dilakukan sejak dua bulan sebelumnya, mulai dari pendaftaran peserta hingga penyegaran wasit dan juri terkait aturan pertandingan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah pembinaan atlet muda berbakat sebagai bagian dari regenerasi Tapak Suci di tingkat daerah. Harapannya, ke depan Tapak Suci bisa semakin berkiprah di kancah nasional,” jelasnya.
Menariknya, kejuaraan ini juga memperebutkan Piala Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan. Selain itu, peserta berprestasi akan mendapatkan beasiswa pendidikan sebagai bentuk apresiasi.
Untuk juara di tingkat SMA/SMK, pihak universitas menyiapkan beasiswa pendidikan. Sementara bagi juara dari tingkat SMP/MTs, tersedia peluang melanjutkan pendidikan melalui beasiswa di SMK Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Kuningan.
Dengan skema tersebut, panitia berharap dapat menjaring sekaligus membina atlet potensial agar berkembang secara berkelanjutan melalui jalur pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
Jurda Tapak Suci 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah strategis dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa.***









Tinggalkan Balasan