
KUNINGAN,(VOX) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuningan terus memperkuat layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi kelompok masyarakat rentan melalui program jemput bola dan pendampingan khusus.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Kuningan, Yudi Nugraha, M.Pd, menyampaikan bahwa layanan ini bertujuan memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, memiliki dokumen kependudukan yang sah seperti Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik (KTP-el), serta akta pencatatan sipil.
“Layanan ini kami lakukan secara proaktif agar masyarakat rentan tetap bisa mengakses hak identitasnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sasaran program ini meliputi penyandang disabilitas, penghuni panti sosial, warga binaan pemasyarakatan (WBP), lanjut usia (lansia), hingga korban bencana. Pelayanan tersebut juga mengacu pada Permendagri Nomor 96 Tahun 2019 yang menegaskan bahwa layanan adminduk harus dilakukan secara proaktif, gratis, dan memberikan kepastian hukum.
Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, Disdukcapil Kuningan menghadirkan berbagai inovasi layanan. Di antaranya program SI KUDA CEPAT (Siap Kunjungi, Datangi, dan Cetak di Tempat) serta POLANTAS (Perekaman ODGJ, Lansia, dan Disabilitas) yang mempermudah proses perekaman data kependudukan langsung di lokasi.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Sepanjang April 2026, Disdukcapil Kabupaten Kuningan berhasil meraih tujuh penghargaan dari berbagai pihak sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pelayanan publik.
Adapun penghargaan yang diraih meliputi nilai Reformasi Birokrasi sebesar 75,66 dengan predikat sangat baik, Sertifikat SNI ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi, penghargaan Abdi Nagri Nganjang ka Warga, penghargaan Disdukcapil On The Street (DOTS), penghargaan Hari Bakti Pemasyarakatan atas layanan cek NIK bagi 493 WBP, penghargaan “Sadulur Disabilitas”, serta penghargaan pelayanan khusus warga binaan pemasyarakatan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan,” pungkasnya.***









Tinggalkan Balasan