
KUNINGAN, (VOX) – Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi korban penusukan oleh sekelompok pelajar lain di kawasan Jalan Baru Dangder. Peristiwa ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kuningan.Korban yang diinisialkan sebagai N.A.H, merupakan siswa kelas 1 di salah satu SMK negeri di Kabupaten Kuningan.
Ayah korban, Didi Suryadi, mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat anaknya diajak oleh seorang teman untuk pergi “menonton”.
“Awalnya menurut anak saya dia lagi main, terus diajak sama temannya. Katanya mau nonton. Dia nggak tahu kalau bakal seperti itu,” ujar Didi saat ditemui di depan Satreskrim Polres Kuningan, Jumat, (24/04).
Menurut penuturan korban kepada orang tuanya, ajakan tersebut datang dari teman yang masih berstatus pelajar SMP. Tanpa curiga, korban mengikuti ajakan itu hingga akhirnya bertemu dengan kelompok lain di lokasi kejadian.
Namun situasi berubah mencekam ketika korban justru diserang oleh sekelompok orang yang jumlahnya lebih banyak.

“Pas ketemuan katanya dia teh banyakan, langsung diserang,” kata Didi.
Dalam kondisi panik, teman-teman korban disebut langsung melarikan diri. Sementara itu, korban yang berusaha menyelamatkan sepeda motornya justru menjadi sasaran penusukan.
“Motor anak saya jatuh. Teman-temannya kabur semua. Anak saya takut motornya diapa-apain, jadi pas lagi jongkok mau ngambil motor, ada yang langsung nusuk pakai benda tajam,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian punggung. Didi menyebut luka yang dialami anaknya memiliki lebar sekitar 8 sentimeter dengan kedalaman mencapai 4 sentimeter.
“Lukanya di punggung, lebar sekitar 8 cm, dalamnya sekitar 4 cm,” ungkapnya.
Meski mengalami luka cukup serius, korban sempat pulang ke rumah tanpa memberitahu orang tuanya. Hal itu dilakukan karena korban mengaku takut.
“Dia sampai ke rumah sakit juga nggak bilang ke saya, katanya takut. Padahal mah nggak apa-apa,” kata Didi.
Peristiwa penusukan ini terjadi di Jalan Baru Dangder, Kabupaten Kuningan. Didi menyebut anaknya datang bersama sekitar 10 orang temannya, sementara jumlah pelaku belum diketahui secara pasti, namun disebut lebih banyak.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada barang milik korban yang hilang, termasuk sepeda motor yang sempat terjatuh di lokasi.
Didi berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap dan menindak para pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut.
“Harapan saya semoga diusut tuntas saja yang melakukan. Intinya pelakunya harus kena,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polres Kuningan masih melakukan penyelidikan terkait kasus penusukan yang diduga melibatkan pelajar tersebut.***









Tinggalkan Balasan