
KUNINGAN, (VOX) – Kebangkitan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puspa Langlangbuana kian menunjukkan arah progresif. Peningkatan omset yang dirasakan para pedagang menjadi indikator konkret bahwa pendekatan kolaboratif antara komunitas PKL dan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil nyata. Dalam satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, transformasi ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan psikologis para pelaku usaha kecil.
Ketua Puspa Langlangbuana, Herul “Jakor”, mengungkapkan bahwa proses panjang yang sebelumnya diwarnai dinamika dan ketidakpastian kini mulai menemukan titik terang. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari keterlibatan langsung kepala daerah yang membuka ruang dialog secara luas.
“Salah satu yang paling berkesan, kami pernah diundang langsung ke kediaman pribadi Bupati. Di sana kami menyampaikan berbagai persoalan, dan setelah itu beliau langsung bergerak. Bahkan kami diberikan nomor handphone pribadi untuk melaporkan jika ada kendala di lapangan,” ujar Jakor kepada vox, Sabtu (18/04).
Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang tidak berjarak, sekaligus menghadirkan kepercayaan baru di kalangan PKL bahwa pemerintah benar-benar hadir dalam perjuangan mereka.
Lebih jauh, Jakor juga menyoroti peran Wakil Bupati Kuningan yang dinilai memiliki kedekatan emosional dengan para pedagang. Dalam situasi sulit yang sempat memuncak, Wakil Bupati turun langsung ke lapangan, menenangkan para PKL, bahkan menunjukkan empati yang mendalam.

“Beliau datang langsung, memeluk kami, ikut meneteskan air mata. Itu momen yang tidak akan kami lupakan. Kami merasa benar-benar didengar dan diperjuangkan,” ungkapnya.
Sekda Kuningan juga tak lepas dari perkembangan ini, sedari awal berdiskusi dengan PKL dan Pimpinan Daerah, Berkali kali turun bersinergi memastikan arah perintah Pimpinan dilaksanakan secara tepat.
Senada dengan itu, Ketua Puspa Siliwangi, Anton “Lugay”, menyampaikan bahwa keterlibatan Wakil Bupati dan Sekda tidak berhenti pada satu momentum. Ia mencatat adanya intensitas kunjungan, dialog, serta perumusan solusi yang dilakukan secara berulang.
“Beliau berdua berkali-kali datang meninjau, berdiskusi, dan memberikan masukan. Itu yang membuat kami yakin bahwa ada keseriusan dalam membangun kami,” ujar Lugay.
Selain kepemimpinan politik, peran teknokratis juga menjadi faktor krusial. Kadiskopdagperin, Toni & Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kuningan, Asep Tomi Novian, disebut sebagai figur yang konsisten menjembatani komunikasi antara pemerintah dan PKL. Dengan pendekatan humanis dan kerja lapangan yang intensif, ia dinilai mampu menerjemahkan kebijakan menjadi solusi konkret.
“ Pak Kadis & Pak Asep ini sosok yang paling totalitas. Siang malam tidak kenal waktu, terus mendengar keluh kesah kami dan memperjuangkan kami,” tambah Lugay.
Dalam perspektif yang lebih luas, integrasi antara Puspa Langlangbuana dan Puspa Siliwangi menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi tawar PKL. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, media, mahasiswa, dan komunitas, menciptakan ekosistem kolaboratif yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
Fenomena ini mencerminkan model kepemimpinan transformatif yang menggabungkan responsivitas kebijakan, kedekatan emosional, dan efektivitas implementasi. Ketika Bupati membuka akses komunikasi langsung, Wakil Bupati hadir dengan empati di lapangan, dan Kabid Perdagangan bekerja secara teknokratis menjembatani kebutuhan, maka tercipta tata kelola yang tidak hanya adaptif, tetapi juga berkeadilan.
Dengan demikian, peningkatan omset PKL di Puspa Langlangbuana bukan sekadar capaian ekonomi, melainkan refleksi dari sinergi kepemimpinan yang utuh politik, sosial, dan administratif yang berpihak pada rakyat kecil. Model ini berpotensi menjadi rujukan dalam pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, kedua ketua paguyuban pedagang Puspa menyampaikan harapan sekaligus refleksi atas capaian yang diraih saat ini.
“Memang hari ini masih banyak PR dalam meningkatkan kesejahteraan para PKL khususnya di dua Puspa, namun kami percaya pemerintah daerah akan selalu memikirkan dan memperjuangkan kami. Kami ucapkan terima kasih banyak”.***









Tinggalkan Balasan