
KUNINGAN, (VOX) – Kehadiran sekretariat baru Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia menjadi sorotan dalam upaya memperkuat hubungan antara pekerja dan dunia usaha di Kabupaten Kuningan. Peresmian yang berlangsung di kawasan Cijoho ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah hingga nasional.
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menilai bahwa keberadaan sekretariat tersebut bukan sekadar fasilitas organisasi, melainkan ruang strategis untuk membangun komunikasi yang sehat antara perusahaan dan serikat pekerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas hubungan industrial di tengah pertumbuhan investasi.
Menurutnya, Kuningan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dengan mulai bertambahnya perusahaan yang beroperasi. Kondisi ini dinilai membuka peluang kerja baru, sekaligus menuntut kesiapan hubungan industrial yang lebih matang dan berimbang.
“Semoga kantor ini menjadi tempat menjalin hubungan industrial antara perusahaan dan serikat pekerja. Kuningan saat ini semakin maju dengan banyaknya perusahaan yang membuka usaha,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa dinamika global masih memberikan tekanan terhadap sektor industri. Konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk di Iran, disebut turut memengaruhi distribusi bahan baku dan jalur ekspor internasional, yang berdampak langsung pada dunia usaha di berbagai negara.

Situasi tersebut, lanjutnya, harus diantisipasi bersama agar tidak mengganggu stabilitas tenaga kerja di daerah. Ia pun menegaskan komitmen KSPSI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan pekerja.
Momentum ini juga dihubungkan dengan agenda nasional peringatan Hari Buruh Internasional. Andi Gani menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir dalam peringatan May Day di Monas, dan pihaknya membuka ruang bagi perwakilan pekerja dari Kuningan untuk ikut serta.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memandang peresmian ini sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan antara tiga unsur utama dalam dunia ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa keberadaan sekretariat harus dimaknai sebagai titik temu antara kepentingan buruh, pengusaha, dan pemerintah.
“Ini bukan hanya ruang sekretariat, tetapi momentum bagaimana kita menyadari pentingnya hubungan yang sehat antara buruh dan pengusaha,” ungkapnya.
Pemerintah daerah, kata dia, saat ini juga tengah mempersiapkan kawasan industri baru di wilayah timur Kuningan. Rencana tersebut diarahkan untuk menarik investasi, namun tetap menjaga prinsip lingkungan hidup mengingat posisi Kuningan sebagai daerah konservasi di Jawa Barat.
Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan menjadi kunci agar pertumbuhan daerah tetap berkelanjutan. Karena itu, konsep industri ramah lingkungan akan menjadi prioritas dalam pengembangan kawasan tersebut.
Acara peresmian sendiri berlangsung sederhana namun penuh makna. Selain seremoni pemotongan tumpeng, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan peninjauan langsung fasilitas sekretariat yang diharapkan menjadi ruang bersama bagi pekerja di Kuningan.
Dengan hadirnya sekretariat ini, berbagai pihak berharap hubungan industrial di Kuningan dapat semakin solid, adaptif terhadap tantangan global, serta mampu menciptakan iklim kerja yang adil dan produktif bagi semua pihak.***









Tinggalkan Balasan