
KUNINGAN, (VOX) – Pasca inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Desa Ancaran, tepatnya di depan Pondok Baso, menyusul laporan masyarakat terkait banjir akibat saluran tersumbat, Camat Kuningan Eko memastikan bahwa persoalan tersebut telah ditangani dan dinyatakan selesai.
Hal itu disampaikan Camat Kuningan saat dikonfirmasi Vox, Senin (22/12). Sebelumnya, camat diminta langsung oleh Bupati Kuningan untuk segera menangani permasalahan banjir yang meresahkan warga di wilayah tersebut.
“Penanganan sudah dilakukan dan saat ini kondisi di lapangan sudah normal,” ujar Eko saat dikonfirmasi Vox.
Menjawab pertanyaan terkait penyebab terjadinya banjir, Eko menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang memicu genangan air di kawasan tersebut. Menurutnya, pertama adalah sedimentasi tanah yang menumpuk di dalam saluran air sehingga menghambat aliran. Kedua, adanya sampah yang masuk ke saluran, terutama sampah plastik dan material lain yang tidak mudah terurai. Ketiga, ukuran saluran yang dinilai sudah tidak ideal dan perlu dilakukan pelebaran serta pendalaman, termasuk pada bagian gorong-gorong. “Saluran itu secara teknis memang sudah harus diperlebar dan diperdalam lagi agar mampu menampung debit air, terutama saat hujan deras,” jelasnya.

Selain menjelaskan penyebab, Camat Kuningan juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan infrastruktur. Ia meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air, baik sampah berukuran besar seperti sisa buah kelapa muda maupun sampah plastik yang sulit terurai. “Mohon bantuan dan kerja sama masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, baik material besar maupun sampah plastik,” ujarnya dalam pesan yang diterima Vox, Senin (22/12) sekitar pukul 15.00 WIB.
Eko juga menekankan pentingnya partisipasi warga dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang ada, khususnya drainase dan jalan, serta mendorong kegiatan pembersihan saluran air secara berkala agar kejadian serupa tidak terulang. “Partisipasi masyarakat untuk menjaga dan merawat infrastruktur sangat penting. Kegiatan pembersihan atau operasi bersih saluran perlu dilakukan secara rutin dan lebih ditingkatkan,” katanya.
Dengan selesainya penanganan pasca sidak tersebut, Pemerintah Kecamatan Kuningan berharap kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi kunci utama dalam mencegah banjir dan menjaga lingkungan tetap tertata, aman, dan berfungsi optimal.***










Tinggalkan Balasan