KUNINGAN, (VOX) – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-16 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kuningan resmi dibuka oleh Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di BKPSDM Kabupaten Kuningan. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri para tokoh strategis dari pemerintah daerah, keluarga besar NU, dan alumni PMII.

Tokoh-tokoh yang hadir pada pembukaan Konfercab ke-16 PMII Kuningan antara lain:

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana

Kepala BNN Kabupaten Kuningan, Agus Mulya

Ketua IKA PMII Kuningan, Masoeri Gonjes

Ketua Mabincab PMII, Emup Muplihudin

Perwakilan PKC PMII Jawa Barat, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Aam Badrul Hikam

Senior PMII sekaligus Kuwu Giriwaringin, Shobarudin

Ketua GP Ansor Kuningan, Muhaimin

Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa Konfercab PMII bukan semata pergantian ketua, tetapi momentum untuk merumuskan arah gerakan serta program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Kuningan.

“Yang terpenting bukan hanya siapa ketuanya, tetapi bagaimana program kerja PMII benar-benar membumi dan memberi manfaat bagi Kabupaten Kuningan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi dinamika kepengurusan sebelumnya serta menegaskan pentingnya PMII menjaga nalar kritis yang beretika, sesuai nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Ia menekankan adanya capaian positif pemerintah daerah dalam beberapa bulan terakhir, termasuk meningkatnya indikator ekonomi daerah.

“Kuningan kini masuk kategori daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa. Ini indikator objektif, bukan rekayasa, Namun pekerjaan belum selesai. Saya butuh dukungan PMII untuk memberikan kritik dan saran yang konstruktif demi kemajuan daerah.” ujarnya.

Ketua PMII Kuningan, Dhika Purbaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Konfercab ke-16 merupakan momen ruhani organisasi dan refleksi bersama untuk memperkuat arah gerakan.

“Momentum ini adalah momen ruhani organisasi, titik refleksi untuk memperkuat peran, memperjelas arah gerak, serta memperteguh komitmen kita sebagai kader PMII,” tegas Dhika.

Ia menyebut bahwa PMII akan terus menyuarakan kritik, gagasan, dan aspirasi yang berpihak pada kepentingan publik. Menurutnya, aksi PMII tidak boleh dipahami sebagai bentuk perlawanan semata.

“Aksi bukan semata perlawanan. Aksi adalah jalan dakwah sosial untuk menyampaikan pendapat, menegakkan keadilan, dan menjaga marwah organisasi mahasiswa Islam,” katanya.

Dhika menegaskan bahwa kritik PMII tidak bertujuan permusuhan, tetapi bagian dari paradigma kritis-transformatif. Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah membuat kebijakan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dhika turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus, kader, dan alumni yang telah membersamai proses selama masa kepengurusan.

Ia memberikan beberapa pesan kepada kader PMII:

  1. Meneguhkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai karakter gerakan.
  2. Menguatkan budaya intelektual dan nalar kritis.
  3. Memperkuat solidaritas sesama kader.
  4. Menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
  5. Adaptif terhadap perkembangan dan tantangan zaman.

“Semoga PMII Kuningan semakin solid, progresif, transformatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Konfercab ke-16 PMII Kuningan yang digelar di BKPSDM ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin baru yang berintegritas, visioner, dan siap menghadapi tantangan gerakan mahasiswa di era digital dan sosial-politik yang semakin kompleks.

Acara ditutup dengan peresmian pembukaan Konfercab oleh Bupati Kuningan.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Konfercab ke-16 PMII Kabupaten Kuningan saya nyatakan resmi dibuka,” ujar Bupati disambut riuh suara kader.

Konfercab dilanjutkan dengan sidang pleno, LPJ kepengurusan, dan agenda pemilihan ketua PMII Kuningan periode selanjutnya.***