
KUNINGAN, (VOX) – Dunia politik Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tengah berduka. Salah satu politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), H. Uba Subari, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Amanat Restorasi, meninggal dunia pada Kamis (5/11/2026).
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Partai Amanat Nasional, tetapi juga bagi para kolega dan rekan seperjuangannya di lembaga legislatif Kabupaten Kuningan.
Pantauan langsung voxpopuli suasana duka menyelimuti kediaman almarhum di kawasan Pasapen 3, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ratusan pelayat memadati rumah duka pada Kamis malam untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sederhana dan memiliki hubungan baik dengan berbagai kalangan.
Kabar meninggalnya mantan Ketua DPC PAN Kabupaten Kuningan tersebut diperoleh vox dari Ketua DPC PAN Kuningan, H. Udin Kusnedi, saat dikonfirmasi Voxpopuli.co.id melalui pesan WhatsApp, Kamis malam.
“Iya bener, A. H. Uba meninggal dunia,” ujar H. Udin Kusnedi singkat, membenarkan kabar duka tersebut.

Kepergian H. Uba Subari menjadi kehilangan tersendiri bagi keluarga besar PAN Kabupaten Kuningan. Almarhum merupakan salah satu figur yang pernah memimpin kepengurusan partai di tingkat kabupaten dan turut mewarnai perjalanan politik daerah melalui kiprahnya di DPRD Kuningan.
Tidak hanya dikenal sebagai politisi PAN, almarhum juga mendapat tempat tersendiri di hati sejumlah anggota legislatif lintas partai.
Salah satunya diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Persatuan Pembangunan, Uus Yusuf, yang mengenang H. Uba Subari sebagai pribadi baik, bersahaja, dan tidak pernah mencari persoalan dengan sesama anggota dewan.
Menurut Uus, selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, almarhum dikenal mampu menjaga hubungan harmonis dengan koleganya, meskipun berasal dari latar belakang dan kepentingan politik yang berbeda.
“Almarhum mah baik orangnya, enggak neko-neko, enggak pernah berkonflik. Bahkan termasuk sosok yang disepuhkan di DPRD oleh dewan lainnya, termasuk saya,” ungkap Uus Yusuf.
Bagi Uus, sosok H. Uba Subari bukan sekadar rekan kerja di lembaga legislatif. Almarhum juga merupakan figur senior yang dihormati karena pembawaan dan sikapnya dalam menjalin hubungan antarsesama anggota DPRD.
Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai perbedaan pandangan dan kepentingan, Uus mengenang almarhum sebagai pribadi yang tidak mengedepankan konflik dalam berinteraksi dengan rekan-rekannya.
Sikap tersebut menjadi salah satu alasan H. Uba Subari mendapat penghormatan dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kuningan.
Uus pun menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian rekan seperjuangannya tersebut.
“Kami tentu sangat kehilangan. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tuturnya.
Kepergian H. Uba Subari juga menjadi pengingat akan perjalanan pengabdiannya di dunia politik Kabupaten Kuningan. Sebagai mantan Ketua DPC PAN sekaligus anggota DPRD, almarhum telah menjadi bagian dari dinamika politik dan perjalanan lembaga perwakilan rakyat di daerah tersebut.
Penghormatan yang disampaikan rekan-rekannya dari lintas fraksi memperlihatkan bahwa hubungan personal dan sikap dalam menjalankan tugas turut menjadi bagian dari kenangan yang ditinggalkan almarhum.
Di tengah suasana duka, kehadiran ratusan pelayat di kediamannya menjadi gambaran besarnya perhatian keluarga, kerabat, dan masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kini, sosok H. Uba Subari telah berpulang. Namun, kenangan tentang pribadi yang sederhana, tidak neko-neko, serta dihormati oleh sesama anggota dewan akan tetap melekat di kalangan koleganya.
Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, keluarga besar Partai Amanat Nasional, serta rekan-rekan di DPRD Kabupaten Kuningan.***












Tinggalkan Balasan