VOXPOPULI.CO.ID – Sebanyak 19.702 warga Kabupaten Kuningan tercatat mengalami gangguan penglihatan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan mata sepanjang tahun 2025. Angka tersebut mendekati 10 persen dari sekitar 202 ribu warga yang menjalani pemeriksaan.

Data tersebut menjadi perhatian dalam Puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day (WSD) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di Aula Bank BJB Kuningan, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat deteksi dini gangguan penglihatan sekaligus meningkatkan akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) dan anak sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Kuningan mendapatkan dukungan berupa 500 kuota operasi katarak gratis serta 500 kacamata gratis bagi anak sekolah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berhalangan hadir secara langsung, mengutus Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Provinsi Jawa Barat, Lusi Lesminingwati, S.E., M.M., untuk membacakan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Melalui sambutan tertulisnya, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga kesehatan mata sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.

Ia mengaitkan kesehatan penglihatan dengan filosofi Sunda Pancawaluya, yakni cageur atau sehat sebagai fondasi utama sebelum seseorang mampu menjadi pinter atau cerdas dan singer atau cekatan.

“Merawat mata adalah ikhtiar kita bersama. Langkah kecil yang kita dorong melalui tema nasional tahun ini, ‘Skrining Mata, Langkah Kecil untuk Manfaat Besar’, adalah kemauan melakukan deteksi dini secara berkala agar fatalitas penyakit seperti katarak dapat dicegah,” demikian pesan Dedi Mulyadi dalam sambutan yang dibacakan Lusi.

Peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun ini mengusung tema lokal “Jaga Penglihatan, Jaga Masa Depan: Generasi Sehat, Lansia Tetap Mandiri”, sejalan dengan kampanye global Love Your Eyes.

Program tersebut diarahkan pada penguatan pelayanan kesehatan primer melalui kegiatan promotif, preventif, serta pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan mata secara berkala.

Berdasarkan data nasional yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kerugian ekonomi akibat penurunan kualitas hidup yang berkaitan dengan gangguan penglihatan atau Quality Adjusted Life Years (QALY Lost) mencapai Rp84,7 triliun.

Besarnya dampak tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas akses skrining mata, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan pelayanan kesehatan.

Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tingkat Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, dukungan program pemeriksaan mata, operasi katarak, dan pembagian kacamata gratis diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan mata.

“Ini menjadi harapan besar bagi kami untuk mendekatkan pelayanan ke tingkat komunitas, terutama mengatasi tantangan jarak, keterbatasan spesialis mata, dan kendala ekonomi warga di pelosok desa,” ujar Tuti.

Dukungan 500 kuota operasi katarak gratis dan 500 kacamata gratis bagi anak sekolah diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat Kuningan memperoleh penanganan gangguan penglihatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS., melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 220 peserta.

Jumlah tersebut terdiri atas 150 lansia dan anak sekolah sebagai sasaran skrining mata, 37 kepala puskesmas se-Kabupaten Kuningan, serta 33 undangan dari berbagai unsur lintas sektor.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Tim Kerja Kesehatan Gigi, Mulut, dan Indera Kementerian Kesehatan RI, drg. Anthony Azriansyah, M.K.M., serta Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Selvia Kusdwiyanti, M.K.M.

Sejumlah mitra strategis turut berpartisipasi, di antaranya The Fred Hollows Foundation (FHF) sebagai sponsor utama, RSUD Linggajati Kuningan, Kuningan Eye Center, TP PKK, PC Muslimat NU Kabupaten Kuningan, serta organisasi profesi kesehatan mata PERDAMI, IROPIN, dan GAPOPIN.

Rangkaian kegiatan diisi dengan peninjauan pelaksanaan skrining mata massal, penyerahan kacamata gratis secara simbolis, serta talkshow kesehatan mata.

Talkshow tersebut dimoderatori Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Denny Mustafa, MKM., dengan menghadirkan dr. Revanggi Marendra, Sp.M., dari PERDAMI Kuningan dan dr. Selvia Kusdwiyanti, M.K.M.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai kelainan refraksi, pentingnya pemeriksaan penglihatan, serta deteksi dini penyakit mata.

Peringatan Hari Penglihatan Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Barat di Kuningan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan mitra sosial dalam meningkatkan pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat.