VOXPOPULI.CO.ID – Sebanyak 320 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch 1 Tailor Made Training (TMT) Kabupaten Kuningan resmi menuntaskan pelatihan. Pemerintah Kabupaten Kuningan mendorong para peserta tidak berhenti pada perolehan sertifikat, tetapi mampu memanfaatkan keterampilan untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha baru.

Penutupan pelatihan berlangsung di J&J Resto, Kecamatan Cilimus, Jumat (2/10/2026), dan dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 yang diikuti 80 peserta.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur DPRD, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kuningan Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd., M.H., Camat Cilimus Ade Bunyamin, S.E., M.Si., Kepala Desa Tambakbaya Lukman Mulyadi, Forkopimcam Cilimus, pemerintah desa, serta BAZNAS Kabupaten Kuningan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kuningan Dr. Toto Toharudin menjelaskan, pelaksanaan TMT dilakukan langsung di tengah masyarakat. Program tersebut tersebar di sekitar 20 titik di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.

Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi peserta. Bidang yang diberikan antara lain barbershop, menjahit, tata boga, hidroponik, barista, tata rias hingga pengoperasian mesin CNC.

“Sebanyak 320 orang hari ini kita tutup pelatihannya. Kegiatannya tersebar di 20 titik, sehingga tidak seluruh peserta bisa dihadirkan dalam acara penutupan,” ungkap Toto.

Program tersebut mendapatkan dukungan pembiayaan dari APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk dukungan peralatan dan instruktur.

Disnaker Kabupaten Kuningan juga berupaya menghubungkan keterampilan peserta dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.

Salah satu penjajakan yang dilakukan berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja di bidang menjahit. Investor disebut menyampaikan kebutuhan tenaga kerja sekitar 500 hingga 1.000 orang pada tahun pertama.

Selain keterampilan konvensional, pelatihan juga diarahkan pada bidang teknologi. Kabupaten Kuningan saat ini memiliki 19 mesin CNC bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah dimanfaatkan dalam dua gelombang pelatihan.

Bupati Dian Rachmat Yanuar meminta peserta menjadikan pelatihan sebagai bekal untuk membangun masa depan, bukan sekadar kegiatan formalitas untuk memperoleh sertifikat.

Menurut Dian, keterampilan yang telah diberikan instruktur harus dipraktikkan dan dikembangkan sesuai peluang yang ada di lingkungan sekitar.

“Ini bukan pendidikan yang bersifat formalistik. Ini benar-benar bekal hidup untuk masa depan. Manfaatkan keterampilan yang diberikan oleh instruktur karena kesempatan seperti ini belum tentu datang untuk kedua kalinya,” tutur Bupati.

Dian juga mendorong peserta agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Ia meminta peserta berani mengembangkan kemampuan menjadi modal untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Ia mencontohkan keterampilan barbershop yang kini berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Menurutnya, usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar, tetapi membutuhkan keterampilan, konsistensi, dan pelayanan yang mampu membuat pelanggan kembali.

Peluang serupa juga terbuka bagi peserta pelatihan menjahit. Peserta tidak harus terpaku pada pekerjaan di pabrik, tetapi dapat mengembangkan berbagai usaha seperti custom tailoring, modiste, alteration, sample maker hingga wardrobe specialist.

“Banyak peluang bisnis di sekeliling kita. Tinggal bagaimana kemampuan kita mengolahnya. Jangan gengsi untuk memulai. Harus berani memulai,” kata Dian.

Selain keterampilan teknis, Bupati Dian menilai jejaring juga menjadi bagian penting dalam membangun peluang kerja dan usaha.

Ia meminta peserta memanfaatkan pertemuan dengan ratusan orang selama mengikuti pelatihan untuk membangun relasi, bertukar informasi, dan membuka peluang kolaborasi.

“Hari ini bertemu ratusan orang, manfaatkan jejaring ini. Saling tukar pikiran, saling memberikan informasi. Orang yang terus membangun relasi dan silaturahmi akan menemukan peluang-peluang yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dian juga menyatakan dukungan terhadap rencana Disnaker Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan cukur rambut yang ditargetkan melibatkan sekitar 1.000 hingga 1.500 peserta dan diarahkan untuk memecahkan rekor MURI.

Pemkab Kuningan, lanjutnya, juga siap mendukung penguatan sarana dan prasarana pelatihan agar pengembangan kompetensi masyarakat dapat terus dilakukan.

Menutup arahannya, Dian meminta peserta menjadikan keterampilan yang diperoleh sebagai titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

“Yang menentukan masa depan bukan siapa-siapa, tetapi kalian sendiri. Siap menjemput masa depan yang cemerlang? Siap mandiri? Siap bekerja profesional? Siap hidup sejahtera?” serunya.

Pertanyaan tersebut langsung disambut antusias para peserta.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Pelatihan Vokasional Nasional Batch 5 sekaligus penutupan Tailor Made Training (TMT) Batch 1 Kabupaten Kuningan. (Ugi)