
KUNINGAN(VOX) – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan solidaritas sosial. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Subuh Raya dan Santunan Anak Yatim ke-24 di Masjid Miftahussa’adah, Desa Legok, Kecamatan Cidahu, Minggu (15/2/2026) pukul 04.30 WIB.
Kegiatan rutin tahunan masyarakat Desa Legok tersebut dihadiri ratusan jamaah, unsur Forkopimcam, perangkat desa, tokoh agama, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Wabup Tuti menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang konsisten menjaga tradisi kegiatan religius dan sosial tersebut.
“Subuh berjamaah mengajarkan kita disiplin dan persatuan. Santunan kepada anak yatim adalah wujud nyata kepedulian sosial serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial secara berkelanjutan.

Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, Wabup juga mengajak masyarakat mempersiapkan diri secara spiritual. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum pendidikan jiwa yang melatih kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.
“Mari kita sambut Ramadan dengan hati bersih, saling memaafkan, memperbanyak ibadah, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Jadikan Ramadan sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga situasi kondusif, aman, dan penuh toleransi agar ibadah selama Ramadan dapat berlangsung khusyuk dan nyaman.
Kepada anak-anak yatim penerima santunan, Wabup menyampaikan pesan optimisme. Ia menegaskan bahwa mereka merupakan generasi penerus bangsa dan daerah dengan masa depan cerah.
“Jangan pernah merasa sendiri. Ada masyarakat, pemerintah, dan banyak pihak yang peduli dan ingin melihat kalian tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah, cerdas, berakhlak mulia, serta sukses di masa depan,” pesannya.
Mengakhiri kegiatan, Wabup mengajak seluruh masyarakat menjadikan Subuh Raya sebagai pondasi penguatan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) dalam membangun daerah dengan semangat gotong royong dan nilai religius.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkasnya.***












Tinggalkan Balasan