
VOXPOPULI.CO.ID– Sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kuningan disebut tengah dipenuhi pasien. Salah satu kondisi yang terlihat adalah banyaknya pasien anak yang datang untuk mendapatkan pelayanan medis dengan keluhan demam, batuk dan pilek.
Dokter Umum RS Permata Kuningan, dr. Ginsa Putra Gumelar, mengatakan kondisi pasien yang datang ke rumah sakit saat ini cukup beragam. Sebagian pasien mengalami gejala ringan, sementara lainnya datang dengan kondisi yang lebih berat.
“Kasusnya variatif, ada yang gejala ringan ada yang berat,” ujar dr. Ginsa kepada Vox, Sabtu (26/09).
Menurut dr. Ginsa, pasien anak menjadi salah satu kelompok yang cukup banyak datang untuk mendapatkan pemeriksaan. Keluhan yang paling banyak ditemukan antara lain demam, batuk dan pilek.
“Mayoritas demam, pasien-pasien anak banyak,” katanya.

Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya keluhan masyarakat terkait gangguan kesehatan dengan gejala yang menyerupai infeksi saluran pernapasan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan penyakit yang sedang banyak muncul, dr. Ginsa menyebut salah satu kemungkinannya adalah Influenza A. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena gejala Influenza A dapat memiliki kemiripan dengan penyakit lainnya.
“Kemungkinan Influenza A yang lagi marak, tapi belum tahu juga. Gejalanya mirip-mirip,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan bahwa demam, batuk dan pilek yang dialami merupakan Influenza A. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebab penyakit.
Kondisi banyaknya pasien dengan keluhan demam, batuk dan pilek juga menjadi perhatian di tengah kasus kesehatan yang terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Desa Silebu, Kecamatan Pancalang.
Sebanyak 15 santri sebelumnya mendapatkan penanganan di RSUD Linggajati setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
Direktur Utama RSUD Linggajati, dr. Eva Maya, memastikan hasil pemeriksaan terhadap 15 santri tersebut tidak menunjukkan gejala yang mengarah pada keracunan.
Mayoritas santri mengalami demam, batuk dan pilek yang sementara lebih mengarah pada gejala infeksi virus.
Menghadapi kondisi tersebut, dr. Ginsa mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan, terutama dalam menjaga kesehatan anak.
Masyarakat disarankan rutin mencuci tangan, menggunakan masker di lingkungan dengan risiko penularan tinggi, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari pola hidup tidak sehat.
“Cuci tangan, pakai masker di lingkungan risiko tinggi penularan, makan makanan bergizi, hindari gaya hidup tidak sehat seperti merokok, begadang dan lainnya,” pesannya.
Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang semakin berat.
Meski terdapat dugaan kemungkinan Influenza A, dr. Ginsa menegaskan bahwa gejala yang ditemukan belum dapat menjadi dasar untuk memastikan seluruh pasien mengalami penyakit tersebut.
Diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Dengan meningkatnya jumlah pasien yang mengalami keluhan demam, batuk dan pilek, masyarakat di Kabupaten Kuningan diimbau meningkatkan kewaspadaan. Upaya pencegahan perlu dilakukan untuk mengurangi risiko penularan penyakit, khususnya di lingkungan keluarga, sekolah, dan tempat berkumpul lainnya. (Ugi)









Tinggalkan Balasan