BANDUNG(VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya sebagai wilayah penopang hijau dalam pengembangan Kawasan Rebana. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama tujuh kepala daerah dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Sate, Kamis (26/2/2026).

Kehadiran Bupati Kuningan menandai posisi strategis Kabupaten Kuningan sebagai bagian dari tujuh daerah penopang Kawasan Rebana, bersama Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Sumedang.

Kawasan Rebana diproyeksikan menjadi koridor ekonomi masa depan Jawa Barat dengan potensi pengembangan industri lebih dari 43 ribu hektare. Dukungan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Kertajati semakin memperkuat daya tarik kawasan ini sebagai magnet investasi global sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Realisasi investasi di kawasan tersebut telah mencapai puluhan triliun rupiah dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Hal ini memperlihatkan percepatan industrialisasi yang kian masif di wilayah utara dan timur Jawa Barat.

Di tengah derasnya arus industrialisasi, Kuningan hadir membawa karakter berbeda sebagai daerah konservasi dan paru-paru kawasan timur Jawa Barat. Komitmen ini bahkan disinggung langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi dalam sambutannya.

“Saya tahu jumlah pohonnya lebih banyak daripada jumlah uangnya. Tapi lebih baik jumlah pohonnya lebih banyak. Nanti suatu saat jumlah uang akan sama dengan jumlah pohon,” ujar Gubernur Jabar.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran Kuningan sebagai daerah penyangga ekologis di tengah ekspansi industri Kawasan Rebana.

Bupati Dian menyatakan, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen menjaga kelestarian hutan dari praktik illegal logging dan perambahan, sekaligus memastikan pembangunan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

“Menjaga Ciremai dan kawasan hutan adalah tanggung jawab kami. Pembangunan boleh tumbuh, tetapi hutan dan sumber air harus tetap lestari. Itulah fondasi masa depan Kuningan dan Rebana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan arah pembangunan daerah difokuskan pada pengembangan industri ramah lingkungan, penguatan agroindustri, pariwisata berkelanjutan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menyiapkan SDM kompeten melalui penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja agar masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi Rebana.

“Masyarakat Kuningan harus menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi Rebana,” tambahnya.

Dengan sinergi yang terbangun antar-daerah, Kabupaten Kuningan optimistis mampu menjaga keseimbangan antara akselerasi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Kawasan Rebana pun diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pusat industri, tetapi juga menjadi model pembangunan hijau berkelanjutan di Jawa Barat.***