
KUNINGAN, (VOX) – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Purwadi, menegaskan bahwa kualitas keimanan seseorang diukur dari kondisi hatinya. Hati, menurutnya, tidak dapat mencampurkan kebaikan dan keburukan secara bersamaan. Jika kebaikan diperbanyak, maka ruang bagi kemungkaran akan semakin sempit dengan sendirinya.
Hal tersebut disampaikan Purwadi dalam sambutan pada acara Wisuda Tahfidz SD Tahfidz Graha Quran yang digelar di Mayang Hall Ciporang, Rabu 24 Desember 2025. Pada kegiatan tersebut, lebih dari 150 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diwisuda dengan capaian hafalan mulai dari 1 juz hingga 30 juz Al Quran.
Purwadi menyampaikan bahwa mencetak generasi sholeh dan sholehah tidak bisa dilakukan secara instan, apalagi melalui pendekatan hukuman. Pendidikan karakter, menurutnya, harus dibangun melalui pembiasaan, lingkungan yang baik, serta bacaan yang mendidik. Anak-anak yang hatinya telah dipenuhi Al Quran diyakini tidak akan mudah menerima bacaan lain yang tidak bermanfaat.
Ia juga mengingatkan peran penting orang tua dalam menjaga ketenangan hati anak-anak dengan membatasi konsumsi bacaan dan media sosial yang tidak mendidik. Semakin sering seseorang berinteraksi dengan bacaan yang tidak penting, maka keinginan untuk membaca Al Quran akan melemah. Sebaliknya, jika sejak dini anak dibiasakan berinteraksi dengan Al Quran, maka nilai-nilai kebaikan akan melekat kuat dan menjadi landasan dalam menempuh pendidikan serta kehidupan sosial.
Menurut Purwadi, fondasi keimanan yang baik akan melahirkan individu yang memiliki arah hidup jelas. Ketika dasar keilmuan dibangun dari Al Quran dan hadits, maka ilmu-ilmu lain akan mengikuti dengan benar.
Ia mengibaratkan pendidikan sebagai pohon, di mana akar yang kuat akan menghasilkan batang, daun, dan buah yang baik serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan generasi yang tumbuh dari nilai-nilai Al Quran, baik untuk mengisi peran di pemerintahan maupun sektor swasta. Dari generasi inilah diharapkan lahir para pemimpin masa depan yang berintegritas, berakhlak, dan mampu mempertanggungjawabkan amanahnya.

“Ketika anak-anak memegang Al Quran dan hadits dengan benar, maka ilmu lain akan mengikuti dengan arah yang benar. Inilah investasi terbaik orang tua bagi masa depan anak-anaknya dan bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Purwadi mengapresiasi peran para guru yang disebutnya sebagai pewaris tugas para nabi dalam menyampaikan ajaran Al Quran. Ia berharap ikhtiar bersama dalam mencetak generasi pencinta Al Quran akan membawa kebaikan dan rahmat bagi Kabupaten Kuningan serta Indonesia secara keseluruhan.
Acara wisuda tahfidz tersebut menjadi bukti komitmen dunia pendidikan di Kuningan dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.***











Tinggalkan Balasan