
KUNINGAN, (VOX) – Mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan bernilai spiritual dan reflektif, Pimpinan Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Kuningan (PK PMII UNIKU) melaksanakan ziarah kubur ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kader PMII untuk memperdalam makna Ramadan sebagai bulan muhasabah, penyucian jiwa, sekaligus peneguhan nilai perjuangan.
Ziarah dilakukan oleh pengurus dan kader PMII UNIKU dengan penuh kekhusyukan. Di tengah suasana Ramadan yang sarat dengan nilai keheningan dan perenungan, kegiatan ini dimaknai sebagai ruang spiritual untuk menundukkan ego, memperkuat niat, serta mengingat kembali hakikat gerakan mahasiswa yang berangkat dari nilai keikhlasan dan keberpihakan pada kemanusiaan.
Ketua PK PMII UNIKU sahabat Yusuf menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menautkan antara spiritualitas dan pergerakan. Ziarah ke makam Sunan Gunung Jati bukan sekadar tradisi, melainkan upaya meneladani perjuangan ulama dalam menyebarkan Islam yang damai, berkeadaban, dan menyatu dengan realitas sosial masyarakat.
“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri dan memperbaiki arah. Di pusara Sunan Gunung Jati, kami belajar bahwa perjuangan sejati selalu lahir dari ketulusan, kesabaran, dan keberanian membela nilai kebenaran. Inilah spirit yang harus terus hidup dalam gerakan PMII,” ungkap Yusuf Minggu(1/3/26)

Sunan Gunung Jati dikenal sebagai tokoh Wali Songo yang mengintegrasikan dakwah Islam dengan pendekatan budaya dan kebangsaan. Nilai tersebut dinilai relevan dengan semangat PMII yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), menjunjung sikap moderat, adil, dan toleran. Melalui ziarah ini, kader diharapkan semakin meneguhkan komitmen untuk menghadirkan gerakan mahasiswa yang kritis namun berakhlak, vokal namun tetap beradab.
Selain doa bersama, kegiatan ziarah ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah kader di bulan Ramadan, memperkuat kesadaran bahwa pergerakan tidak hanya soal aksi dan wacana, tetapi juga tentang kejernihan hati dan kedalaman nilai.
PK PMII UNIKU berharap, spirit Ramadan yang dirawat melalui ziarah ini dapat menjadi energi moral bagi kader dalam menjalankan peran keumatan dan kebangsaan. Dengan keseimbangan antara spiritualitas dan intelektualitas, PMII diharapkan terus hadir sebagai gerakan mahasiswa yang istiqamah, berpihak pada rakyat, dan setia pada nilai perjuangan.***












Tinggalkan Balasan