KUNINGAN, (VOX) – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Kuningan terus memperkuat kualitas kaderisasi melalui Pelatihan Instruktur Cabang (PIC) Vol. 3 yang berlangsung di Gedung KNPI Kabupaten Kuningan, Jumat hingga Sabtu (30–31/10/2026).

Mengusung tema integritas kaderisasi, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis PC PMII Kuningan dalam mempersiapkan instruktur yang kompeten untuk mengawal pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di tingkat rayon dan komisariat.

Pelatihan ini sekaligus menegaskan bahwa proses kaderisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar memenuhi agenda organisasi. Sebaliknya, kaderisasi harus menjadi fondasi pembentukan karakter, penguatan ideologi, serta pengembangan kemampuan intelektual mahasiswa.

Ketua Pelaksana PIC Vol. 3, Ananda Rahmatulloh Febriansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya instruktur agar mampu menjalankan proses kaderisasi secara terarah dan berkelanjutan.

“Pelatihan Instruktur Cabang Vol. 3 ini kami selenggarakan sebagai upaya mempersiapkan instruktur yang benar-benar memiliki kapasitas dan kompetensi dalam mengawal kaderisasi formal PMII, khususnya MAPABA di tingkat rayon dan komisariat,” ujar Ananda.

Menurutnya, proses penerimaan anggota baru tidak cukup hanya dilaksanakan sebagai tahapan administratif organisasi. MAPABA harus menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai pergerakan sekaligus membangun kesadaran intelektual dan tanggung jawab sosial.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses penerimaan anggota baru tidak hanya berjalan sebagai kegiatan formalitas organisasi, tetapi menjadi pintu awal pembentukan karakter, ideologi, dan kesadaran intelektual kader PMII,” ungkapnya.

Ananda menjelaskan, kualitas instruktur memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan kaderisasi. Karena itu, setiap instruktur dituntut memahami ideologi organisasi, menguasai metodologi pelatihan, serta mampu menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan kader di masing-masing tingkatan.

Sementara itu, Ketua PC PMII Kabupaten Kuningan, Rizal Nurfahrozy, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung organisasi yang menentukan keberlangsungan gerakan mahasiswa dalam jangka panjang.

Menurut Rizal, keberhasilan organisasi tidak dapat diukur semata-mata berdasarkan banyaknya anggota yang berhasil direkrut. Lebih dari itu, kualitas kader menjadi indikator penting dalam menentukan arah dan kekuatan organisasi.

“PMII tidak boleh hanya berorientasi pada kuantitas anggota, tetapi harus memiliki keseriusan dalam membangun kualitas kader. Melalui Pelatihan Instruktur Cabang ini, kita sedang menyiapkan orang-orang yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses kaderisasi berjalan dengan baik,” tegas Rizal.

Ia menyebutkan, para instruktur yang mengikuti pelatihan nantinya diharapkan mampu mengawal pelaksanaan MAPABA secara profesional, sistematis, dan tetap berpegang pada nilai-nilai dasar pergerakan.

“Mereka inilah yang nantinya akan mengawal MAPABA di tingkat rayon dan komisariat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, PIC Vol. 3 juga dihadiri Ketua Kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Barat, Ilham Zaini. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan sistem kaderisasi di lingkungan PMII Kabupaten Kuningan.

Rizal menyampaikan apresiasi atas keterlibatan PKC PMII Jawa Barat dalam mendampingi pelaksanaan pelatihan tersebut.

“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sahabat Ilham Zaini selaku Ketua Kaderisasi PKC PMII Jawa Barat yang telah berkenan hadir dan mengawal secara langsung pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.

Rizal berharap komunikasi dan pendampingan antara pengurus cabang dengan pengurus koordinator cabang dapat terus diperkuat guna menjaga kesinambungan sistem kaderisasi.

“Kehadiran beliau tentu menjadi energi dan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kualitas kaderisasi di PMII Kabupaten Kuningan. Kami berharap pendampingan dan komunikasi kaderisasi antara PKC PMII Jawa Barat dengan PC PMII Kabupaten Kuningan dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rizal menekankan bahwa peserta pelatihan tidak boleh berhenti pada penguasaan materi secara teoritis. Pengetahuan dan metodologi yang diperoleh harus dapat diterapkan secara nyata dalam proses pendampingan kader di tingkat komisariat maupun rayon.

Menurutnya, instruktur memiliki tanggung jawab lebih luas daripada sekadar menjadi fasilitator dalam forum pelatihan. Mereka juga berperan menjaga arah ideologis organisasi sekaligus memastikan nilai-nilai pergerakan dapat diwariskan kepada generasi kader berikutnya.

Melalui Pelatihan Instruktur Cabang Vol. 3, PC PMII Kabupaten Kuningan berharap terbentuknya instruktur yang memiliki integritas, kemampuan intelektual, serta kecakapan metodologis dalam menjalankan kaderisasi formal.

Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi momentum konsolidasi internal untuk memperkuat kesinambungan kaderisasi, sehingga PMII tidak hanya mampu melahirkan anggota baru, tetapi juga membentuk kader yang kritis, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Bagi PC PMII Kuningan, investasi terhadap kualitas kaderisasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi mahasiswa yang mampu menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.***