
KUNINGAN, (VOX) – Lonjakan pembelian pakaian adat terjadi di Kabupaten Kuningan setelah terbitnya surat edaran program “Kamis Nyunda” dari Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan. Salah satu toko yang merasakan dampak signifikan adalah Toko Nia yang berlokasi di Gang Tunaritis 1, depan BRI Cigugur.
Sejak edaran tersebut diberlakukan, ditambah momentum peringatan Hari Kartini sebelumnya, jumlah pembeli di toko ini meningkat drastis. Para orang tua tampak antusias mempersiapkan kebutuhan busana adat anak-anak mereka untuk digunakan setiap hari Kamis di sekolah.
“Iya dari pagi yang beli datang terus, semua sama persiapan Kamis Nyunda jadi beli pangsi sama kebaya beserta iket kepalanya,” ujar Fransisca Nia saat ditemui, Rabu (29/04).

Toko Nia sendiri dikenal menyediakan berbagai jenis pakaian adat Sunda, mulai dari pangsi, kebaya, iket Sunda hingga seragam sekolah, dengan fokus utama pada busana tradisional. Ukuran yang tersedia pun sangat lengkap, dari anak usia PAUD hingga dewasa ukuran 6XL.
Dari sisi harga, pakaian anak sekolah dibanderol mulai Rp95 ribu hingga Rp160 ribu, sementara dewasa berkisar Rp160 ribu sampai Rp200 ribu. Untuk kebaya anak dijual mulai Rp85 ribu hingga Rp160 ribu, dan kebaya dewasa berada di kisaran Rp180 ribu hingga Rp220 ribu.

Kondisi ini menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap program pelestarian budaya lokal yang digagas pemerintah daerah. Kamis Nyunda tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi pelaku usaha lokal, khususnya penjual pakaian adat.
Dengan tingginya minat masyarakat, Toko Nia kini menjadi salah satu rujukan utama bagi warga yang mencari kelengkapan busana Sunda di wilayah Cigugur dan sekitarnya.***









Tinggalkan Balasan