KUNINGAN(VOX) – Raden Cakra yang lebih dikenal sebagai Abah Bahar menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Aliansi Masyarakat Kuningan atas penyampaian aspirasi terkait kerusakan lingkungan Gunung Ciremai di Gedung Sate beberapa waktu lalu. Abah Bahar juga mengucapkan selamat karena aspirasi yang disampaikan mendapatkan atensi langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Abah Bahar yang juga menjabat sebagai pembina Aliansi Sunda Ngahiji menegaskan pentingnya keseriusan pemerintah provinsi dalam menangani kerusakan lingkungan di Ciremai yang dipicu oleh alih fungsi lahan serta eksploitasi mata air. Menurutnya persoalan tersebut bukan sekadar isu lokal melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak. “Ciremai adalah sumber kehidupan. Kerusakan yang terjadi akibat alih fungsi dan eksploitasi mata air harus ditangani dengan langkah nyata dan berkelanjutan,” ujar Abah Bahar.

Dalam pernyataannya Abah Bahar juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi dengan ALAMKU di Gedung Sate. Ia menegaskan tidak pernah meminta massa untuk membubarkan diri dan mengakui adanya situasi panas yang berpotensi menimbulkan salah tafsir. “Saya tidak pernah meminta bubar. Saat itu situasinya panas dan mungkin ada yang salah mengartikan. Namun bagi saya saat ini Ciremai jauh lebih utama,” ucapnya.

Abah Bahar berharap perhatian langsung Gubernur Jawa Barat terhadap aspirasi Save Ciremai dapat berujung pada langkah konkret di lapangan. Ia menekankan bahwa perlindungan Ciremai harus menjadi prioritas bersama demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kuningan serta wilayah sekitarnya. Seruan Save Ciremai kembali ditegaskan sebagai ajakan untuk bersatu menjaga kelestarian alam demi generasi mendatang.***