
KUNINGAN, (VOX – Sebuah kisah pilu sekaligus penuh harapan datang dari seorang wanita bernama Risa Rahma Eliza. Setelah terpisah selama 34 tahun sejak lahir, Risa kini berjuang mencari keberadaan orang tua kandungnya yang diduga berasal dari wilayah Kuningan atau Majalengka, Jawa Barat.
Kisah pencarian tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram pencarian keluarga @mencariorangtuakandung. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa salah satu orang tua kandung Risa memiliki keterkaitan kuat dengan wilayah Kuningan.
Perjalanan hidup Risa bermula pada 19 Februari 1992 di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Manonjaya, Tasikmalaya. Saat itu, pasangan muda yang belum menikah berada dalam kondisi sulit ketika sang ibu hendak melahirkan. Risa akhirnya lahir di rumah Kepala Desa setempat.
Karena faktor usia dan kondisi sosial saat itu, bayi tersebut kemudian diserahkan kepada warga desa untuk diasuh demi masa depan yang lebih baik. Risa lalu diadopsi oleh pasangan Yati Sumiarti dan Mamat Rahmat, pemilik usaha kerupuk kulit dan kue bolu Agosari/Purbasari.
“Orang tua kandung saya sempat beberapa kali datang menjenguk saat saya masih kecil,” ungkap Risa dalam kisah yang dibagikan melalui akun pencarian keluarga tersebut.

Dalam salah satu kunjungan terakhir, orang tua kandungnya meninggalkan sebuah boneka panda berwarna cokelat. Boneka itu hingga kini masih disimpan Risa sebagai simbol kasih sayang sekaligus satu-satunya peninggalan yang menghubungkannya dengan masa lalu.
Namun, seiring waktu, komunikasi dan kunjungan itu terputus. Risa baru mengetahui dirinya merupakan anak adopsi ketika duduk di bangku kelas 4 SD. Demi menjaga perasaan orang tua asuh yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang, ia memilih memendam keinginan mencari keluarga kandungnya selama bertahun-tahun.
Setelah kedua orang tua asuhnya meninggal dunia pada 2017 dan 2019, Risa akhirnya memberanikan diri memulai pencarian panjang terhadap identitas asal-usulnya. Sayangnya, pencarian tersebut tidak mudah. Banyak saksi penting yang dahulu mengetahui proses adopsi telah meninggal dunia, termasuk perangkat desa dan kepala desa yang membantu proses penyerahan bayi pada tahun 1992. Bahkan, dokumen pernikahan di KUA Manonjaya pada periode tersebut disebut hilang.
Meski begitu, Risa masih memegang sejumlah petunjuk penting mengenai identitas orang tua kandungnya. Berdasarkan cerita keluarga asuh, ibu kandungnya diketahui bernama Nia Kurniasih dengan ciri fisik bertubuh kecil dan diduga berasal dari Kuningan atau Majalengka. Sementara ayah kandungnya bernama Asep Suhenda alias Asep Emon yang memiliki tubuh tinggi dan rambut keriting.
“Kami berharap ada masyarakat yang mengenali nama atau ciri-ciri tersebut,” tulis akun @mencariorangtuakandung dalam unggahannya.
Kedua orang tua kandung Risa diketahui pernah berada atau beraktivitas di sekitar wilayah Tasikmalaya, Kuningan, maupun Majalengka pada kurun waktu 1991 hingga 1992. Kini, Risa berharap ada secercah informasi dari masyarakat yang dapat membantunya menemukan kembali keluarga kandungnya setelah lebih dari tiga dekade terpisah.
Masyarakat yang merasa mengenali nama maupun ciri-ciri tersebut diimbau untuk membantu menyebarkan informasi ini atau menghubungi akun Instagram @mencariorangtuakandung melalui pesan langsung (DM). Bagi Risa, pencarian ini bukan sekadar menemukan keluarga, tetapi juga perjalanan untuk kembali menemukan akar identitas dirinya yang hilang selama 34 tahun.***









Tinggalkan Balasan