KUNINGAN, (VOX) – Atmosfer kompetisi futsal usia muda AAFI Ciayumajakuning pekan kedua kembali memanas pada Minggu (24/5/2026) di Lapangan Tuparev Futsal. Setelah sebelumnya tampil dominan dengan menyapu bersih kemenangan di seluruh kategori usia, langkah Proton FA Kuningan kali ini tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Ekspektasi tinggi yang mengiringi klub futsal asal Kabupaten Kuningan tersebut harus sedikit diuji setelah tim Proton FA Putih dan Proton FA Hitam meraih hasil berbeda pada matchday pekan ini. Sinyal positif sebenarnya sudah terlihat sejak pertandingan kategori KU-13 Grup B. Proton FA Putih tampil percaya diri saat menghadapi Sagara Lor dalam laga yang berlangsung ketat sejak menit awal.

Bermain disiplin dan penuh determinasi, Proton FA Putih berhasil memanfaatkan peluang dengan efektif hingga sukses mengunci kemenangan tipis 3-2. Kerja sama antarpemain yang solid menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan tersebut.

Momentum kemenangan itu kemudian berlanjut pada laga kategori 16 Putra Grup B. Menghadapi Toko Kecil FA, Proton FA Putih tampil dominan sepanjang pertandingan dan mampu mendikte jalannya laga. Tanpa memberi banyak ruang kepada lawan, Proton FA Putih akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 3-0 tanpa balas.

Namun catatan sempurna Proton FA Kuningan pekan lalu gagal terulang setelah Proton FA Hitam harus menghadapi tim kuat Arjuna FA pada kategori 16 Putra Grup A. Pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling serang yang terjadi sepanjang babak. Proton FA Hitam sebenarnya sempat memberikan perlawanan dan mampu mengimbangi permainan lawan.
Sayangnya, beberapa kelengahan pada momen krusial membuat Proton FA Hitam harus menerima kekalahan dengan skor 3-6 dari Arjuna FA.

Meski rekor kemenangan 100 persen akhirnya terhenti, raihan positif dari kelompok usia muda tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Proton FA Kuningan. Salah satu orang tua wali murid pemain KU-13 mengaku bangga atas perjuangan anak-anak Proton FA saat menghadapi Sagara Lor yang dikenal memiliki fisik kuat dan kerja sama tim yang solid.

“Pertandingannya tidak mudah karena lawan sangat bagus. Tapi anak-anak tetap tenang dan mampu bermain maksimal sampai akhirnya menang. Kami bangga dengan perjuangan mereka, yang kalah ayo bangkit lagi ” ujarnya kepada vox Senin (25/05).

Kekalahan di salah satu kategori dinilai bukan akhir dari perjalanan Proton FA Kuningan di ajang AAFI Ciayumajakuning 2026. Hasil tersebut justru menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi dan meningkatkan konsistensi permainan pada pertandingan berikutnya.

Perjalanan kompetisi masih panjang dan peluang untuk meraih prestasi tetap terbuka lebar bagi Proton FA Kuningan. Dukungan dari para orang tua, suporter, dan masyarakat Kuningan pun diharapkan terus mengalir demi membakar semangat para pemain muda untuk kembali bangkit dan meraih kemenangan di laga selanjutnya.***