
KUNINGAN,(VOX) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan pentingnya menjaga etika profesi dan kepercayaan publik dalam pelayanan kesehatan saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan, hotel grand cordela AS Putra Sabtu (18/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyebut pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, melainkan momentum penguatan nilai dan tanggung jawab profesi dokter di tengah kompleksitas persoalan kesehatan yang kian meningkat.

“Ini bukan hanya estafet kepemimpinan. Ini tentang menjaga nyawa dan merawat harapan masyarakat,” ujar Dian di hadapan para dokter dan tamu undangan.
Kegiatan pelantikan yang dirangkaikan dengan seminar bertema etika dan hukum kesehatan dinilai Bupati sebagai langkah strategis. Menurutnya, etika adalah kompas moral, sementara hukum menjadi pagar dalam praktik pelayanan kesehatan.
Ia berharap tidak ada lagi kasus kelalaian medis maupun pelayanan yang mengabaikan hak pasien. “Keduanya harus berjalan beriringan. Kalau diabaikan, persoalan besar bisa muncul di kemudian hari,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dian juga menyinggung fenomena meningkatnya masyarakat yang datang ke dokter dengan diagnosis sendiri berdasarkan informasi internet atau yang kerap disebut “dokter Google”.
Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan baru bagi tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang tetap mengedepankan profesionalisme dan empati.
“Masyarakat sekarang semakin kritis. Mereka datang sudah membawa ‘diagnosa’ sendiri. Ini butuh kesabaran dan kemampuan komunikasi yang baik dari dokter,” katanya.
Bupati juga mendorong para dokter tidak hanya fokus pada aspek kuratif, tetapi turut memperkuat upaya promotif dan preventif agar masyarakat lebih sehat dan tidak mudah jatuh sakit.
Ia bahkan berkelakar bahwa jika masyarakat sehat, praktik dokter bisa berkurang. Namun, menurutnya, itulah esensi pengabdian profesi.
Kepada ketua IDI yang baru dilantik, Dian menitipkan pesan agar menjaga soliditas organisasi serta melanjutkan capaian kepengurusan sebelumnya.
Ia juga mengapresiasi peran IDI dalam membantu penyelesaian persoalan kesehatan di daerah, termasuk dalam merespons kasus yang sempat menjadi perhatian publik dan berhasil diselesaikan secara damai.
“IDI harus menjadi penggerak kualitas kesehatan masyarakat, bukan sekadar mitra pemerintah,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di kalangan tenaga medis sendiri. Ia mendorong agar dokter juga menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat.
“Kesehatan masyarakat dimulai dari tenaga medisnya. Dokter juga harus sehat, jangan hanya menyuruh pasien diet tapi sendiri makan gorengan tengah malam,” pungkasnya disambut tawa hadirin.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran IDI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kuningan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter.***









Tinggalkan Balasan