
KUNINGAN(VOX) – Komando Distrik Militer (Kodim) 0615/Kuningan menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan dan skrining penyakit kronis bagi seluruh anggota, Jumat (27/2/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Mashud Wisnusaputra Makodim 0615/Kuningan, Jalan RE Martadinata No. 97, Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan ini menjadi langkah konkret menjaga kesiapan fisik prajurit di tengah tingginya risiko penyakit degeneratif pada usia produktif.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.50 WIB hingga 10.30 WIB tersebut merupakan kerja sama antara Kodim 0615/Kuningan dengan Polkes 03.10.15/Kuningan di bawah jajaran Denkesyah 03.04.03 Cirebon.
Penyuluhan kesehatan dan skrining penyakit kronis meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol, serta konsultasi kesehatan individu.
Kegiatan diikuti prajurit dan PNS di lingkungan Kodim 0615/Kuningan. Dari total sasaran 108 orang, sebanyak 88 anggota hadir dan seluruhnya mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan.
Hadir langsung Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., para perwira staf, Danramil jajaran, Bintara, Tamtama, serta PNS. Materi penyuluhan disampaikan oleh dr. Regan dari Klinik Polkes Kodim 0615/Kuningan.

Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung dinilai menjadi ancaman serius bagi prajurit, khususnya yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan tingkat stres kerja tinggi.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan terkait faktor risiko dan pencegahan penyakit degeneratif, dilanjutkan dengan skrining kesehatan menyeluruh. Tenaga kesehatan yang terlibat merupakan gabungan dari Puskesmas Sindangagung, Puskesmas Windusengkahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Puskesmas Kramatmulya, Puskesmas Kuningan, serta Poskes Kodim 0615/Kuningan.
Dalam arahannya, Dandim 0615/Kuningan menegaskan bahwa kesehatan prajurit bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bagian dari kesiapan operasional satuan.
Menurutnya, deteksi dini melalui skrining berkala menjadi kunci untuk mencegah gangguan kesehatan yang berpotensi menghambat pelaksanaan tugas pokok. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin menjaga pola hidup sehat sebagai tanggung jawab setiap prajurit.
Sementara itu, dr. Regan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menekan angka kesakitan akibat penyakit degeneratif yang kerap muncul tanpa gejala awal yang jelas. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran anggota untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan.
“Upaya ini bukan hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memperkuat stabilitas dan profesionalisme satuan secara keseluruhan,” ujarnya dalam sesi penyuluhan.
Sebanyak 33 tenaga kesehatan gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas fasilitas kesehatan ini menjadi bentuk sinergitas antara satuan kewilayahan dan unsur kesehatan TNI AD serta pemerintah daerah.
Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman anggota terhadap pentingnya pemeriksaan rutin. Selain itu, skrining ini dinilai efektif sebagai langkah pencegahan penyakit degeneratif demi menjaga kesiapan fisik prajurit.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian berjalan aman dan lancar.***












Tinggalkan Balasan