
Oleh: Rifki setia nugraha/GMNI Kuningan
KUNINGAN(VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan pada tahun 2025 mengklaim telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk perbaikan 153 ruas jalan. Di pusat kota, hasil pembangunan ini terlihat jelas melalui jalan yang mulus dan tertata rapi. Namun kondisi tersebut tidak dirasakan secara merata, khususnya di Kuningan bagian timur.
Jalur Luragung–Ciwaru–Cilebak, yang menjadi akses penting antar-kecamatan, hingga kini masih berada dalam kondisi rusak. Jalan berlubang, aspal terkelupas, serta gorong-gorong yang ambruk menjadi keluhan utama masyarakat. Kerusakan ini telah berlangsung bertahun-tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda penanganan serius.
Padahal, jalur tersebut sangat vital bagi aktivitas warga, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Kondisi jalan yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Yang lebih memprihatinkan, perbaikan sementara justru dilakukan melalui swadaya masyarakat. Pemuda dan warga harus menggalang donasi untuk menambal jalan yang rusak. Solidaritas ini patut diapresiasi, namun sekaligus menunjukkan ketidakhadiran pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Pembangunan seharusnya tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan. Jika infrastruktur di pelosok terus diabaikan, maka ketimpangan antarwilayah akan semakin lebar. Warga Kuningan Timur juga memiliki hak yang sama atas jalan yang aman dan layak.
Kuningan tidak hanya tentang pusat kota dan jalan protokol. Kuningan juga tentang Ciwaru, Cilebak, dan wilayah timur lainnya yang selama ini menunggu perhatian. Pemerintah daerah perlu segera menata ulang prioritas pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.***












Tinggalkan Balasan