VOXPOPULI.CO.ID – Kapolres Kuningan turun langsung meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang menerjang permukiman warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026). Bencana tersebut mengakibatkan sedikitnya 84 rumah mengalami kerusakan dan sekitar 500 jiwa terdampak.

Didampingi jajaran kepolisian, unsur TNI dari Kodim 0615/Kuningan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah serta aparat kecamatan, Kapolres memastikan kondisi warga terdampak sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan darurat di lokasi bencana.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, jumlah rumah yang mengalami kerusakan awalnya tercatat sekitar 80 unit. Namun, setelah dilakukan pendataan lanjutan, jumlah tersebut bertambah menjadi 84 rumah.

Dari jumlah tersebut, sekitar enam hingga tujuh rumah mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian atap yang terhempas angin kencang. Bahkan, beberapa bangunan mengalami kerusakan dinding hingga roboh.

Kapolres Kuningan mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut. Pihaknya bersama unsur terkait langsung bergerak untuk memastikan warga mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

“Kami bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk memastikan keselamatan masyarakat. Prioritas kami adalah membantu warga terdampak, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat, serta memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera ditangani,” ujar Kapolres Kuningan di lokasi kejadian, Jumat (30/10).

Meski tidak terdapat korban jiwa, sekitar 500 warga dilaporkan terdampak akibat bencana tersebut. Sejumlah keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat sementara waktu mengungsi ke kediaman kerabat.

Kapolres juga memastikan jajaran kepolisian turut membantu proses penanganan di lapangan, termasuk pendataan kerusakan, pengamanan lingkungan serta koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sebenarnya telah dilakukan melalui rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait sekitar satu bulan sebelum kejadian.

“Sebulan sebelumnya kami sudah melaksanakan rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana bersama instansi terkait. Dengan adanya kejadian ini, seluruh unsur bergerak sesuai tugas masing-masing. Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem,” ungkapnya.

Kapolres menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam mempercepat penanganan bencana, terutama untuk memastikan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal sementara dapat memperoleh bantuan dan perlindungan.

Selain kerusakan rumah, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon besar tumbang di empat titik hingga menimpa jaringan listrik. Akibatnya, pasokan listrik di wilayah Cipakem, Giriwaringin dan sejumlah kawasan sekitarnya sempat mengalami gangguan.

Petugas terkait telah diterjunkan untuk melakukan penanganan pohon tumbang dan pemulihan jaringan listrik. Jalur distribusi utama dilaporkan sudah kembali normal, sementara perbaikan sambungan listrik ke sejumlah rumah warga masih dilakukan.

Di sisi lain, bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak juga mulai disalurkan melalui posko gabungan, meliputi bahan pangan, makanan siap saji, selimut, terpal serta kebutuhan bayi dan balita.

Kapolres Kuningan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Penanganan bencana di Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, terus dilakukan secara terpadu oleh jajaran kepolisian bersama TNI, BPBD dan pemerintah daerah, dengan prioritas keselamatan warga serta percepatan pemulihan kondisi masyarakat terdampak.