VOXPOPULI.CO.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mulai menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan pembaruan pantauan satelit pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, tidak ditemukan titik api atau hotspot di kawasan terdampak.

Meski demikian, upaya pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan. Pasalnya, kepulan asap masih terdeteksi di sejumlah lokasi yang terdampak kebakaran, terutama di kawasan Karang Dinding dan Bukit Seribu Bintang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan perkembangan tersebut saat melaporkan situasi terkini penanganan karhutla kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana.

Untuk memastikan api benar-benar padam, lebih dari 300 personel gabungan dikerahkan ke tiga titik krusial di lereng Gunung Ciremai, yakni Bintangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang.

Personel melakukan penyisiran, pemadaman, serta pemeriksaan di area terdampak guna mengantisipasi kemungkinan masih adanya bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.

“Alhamdulillah, lebih dari 300 personel kita kerahkan ke tiga titik, yakni Bintangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang. Dari hasil penyisiran dan penanganan kebakaran, berdasarkan pantauan satelit Cipomi yang diperbarui sekitar pukul 18.30 WIB, sudah tidak ditemukan titik api atau nihil hotspot,” ujar Indra Bayu Permana.

Hasil pemantauan tersebut menjadi perkembangan positif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNGC. Namun, kondisi tersebut belum menjadi tanda bahwa seluruh proses penanganan telah selesai.

BPBD Kabupaten Kuningan menyebutkan bahwa kepulan asap masih terlihat di beberapa area, khususnya di Karang Dinding dan Bukit Seribu Bintang. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena masih terdapat potensi bara api yang dapat kembali menyala.

Karena itu, personel gabungan tetap disiagakan untuk melokalisasi area terdampak sekaligus melakukan pemadaman dan pendinginan secara berkelanjutan.

Operasi penanganan dilanjutkan selama 24 jam untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Langkah ini dilakukan agar sisa bara dapat dipastikan padam dan kebakaran tidak kembali meluas ke kawasan hutan lainnya.

Selain pengerahan personel, posko siaga juga tetap beroperasi penuh. Posko tersebut berfungsi memantau pergerakan petugas, memastikan mobilitas armada, serta memenuhi kebutuhan logistik selama operasi berlangsung.

“Penanganan ini insyaallah berlangsung 24 jam sampai tuntas, termasuk memastikan kepulan asap yang tersisa benar-benar hilang. Posko terus bersiaga penuh untuk memantau pergerakan rekan-rekan serta mencukupi kebutuhan personel maupun logistik,” tuturnya.

BPBD Kabupaten Kuningan berharap percepatan penanganan yang dilakukan seluruh tim gabungan dapat segera menuntaskan kebakaran di kawasan Gunung Ciremai secara menyeluruh.

Upaya pendinginan dan pemantauan tetap menjadi prioritas untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala setelah titik api terpantau nihil.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Dukungan secara khusus diberikan kepada Gubernur Jawa Barat yang turun langsung memimpin penanganan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat, serta Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Kuningan.

Dukungan moril maupun materiel dari berbagai pihak dinilai penting untuk membantu kelancaran operasi dan memenuhi kebutuhan petugas yang bekerja di lapangan.

Dalam penyampaian laporan perkembangan penanganan karhutla tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan turut didampingi pejabat Kepala Seksi dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai serta perwakilan BPBD Provinsi Jawa Barat.

Dengan masih adanya kepulan asap di beberapa titik, seluruh personel gabungan terus bersiaga hingga proses pemadaman dan pendinginan benar-benar tuntas. Pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan kawasan TNGC aman dari potensi kebakaran susulan.

(UGI)