
VOXPOPULI.CO.ID Persaingan sengit mewarnai turnamen olahraga domino yang digelar dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Pancasila dan Srikandi Pemuda Pancasila di Djons Pool Kuningan, Sabtu (24/10/2026).
Tim Kuwu Balap akhirnya berhasil keluar sebagai juara pertama setelah melewati pertandingan penuh strategi, termasuk menghadapi perlawanan berat dari pemain asal Cirebon yang disebut memiliki pengalaman menjuarai turnamen domino bergengsi.
Di balik kemenangan tersebut, terdapat sosok Dani Hamdani, Kepala Desa Cipasung, yang mengaku harus mengandalkan kekompakan dan strategi bersama pasangan bermainnya untuk mengamankan gelar juara.
Dani mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil membawa Tim Kuwu Balap menduduki podium tertinggi dalam turnamen yang diselenggarakan melalui kolaborasi MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan dan Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kuningan tersebut.
“Alhamdulillah di hari Pemuda Pancasila, sekarang saya mendapatkan juara satu. Di berbagai event turnamen sudah empat kali mengikuti. Pertama mendapatkan juara ketiga waktu Porpemdes, dan sekarang di hari jadi Pemuda Pancasila alhamdulillah mendapatkan juara satu,” ujar Dani kepada VOXPOPULI.CO.ID seusai pertandingan.

Menurut Dani, keberhasilan tersebut tidak diperoleh dengan mudah. Sejumlah pertandingan berlangsung ketat dan membutuhkan konsentrasi tinggi, terutama ketika menghadapi lawan yang memiliki pengalaman serta kemampuan membaca permainan.
Ia bahkan secara terbuka mengakui bahwa salah satu tantangan terberat datang dari pemain asal Cirebon.
“Saya lihat tadi yang paling berat memang saya akui pemain Cirebon. Kita hampir kedodoran sama pemain Cirebon karena dia juara Panglima di Cirebon, datang ke sini. Tapi alhamdulillah kita juara,” ungkapnya.
Menariknya, Dani menilai kemenangan dalam olahraga domino bukan semata-mata ditentukan oleh kemampuan individu membaca kartu atau keberuntungan mendapatkan susunan kartu yang bagus.
Menurutnya, sistem pertandingan ORADO yang dimainkan secara berpasangan justru menuntut kemampuan membangun komunikasi, membaca strategi rekan satu tim, serta mengesampingkan ego pribadi.
“Nah, yang mungkin jadi kesulitan itu kita dengan tim harus sinkron, dalam arti jangan mementingkan diri sendiri. Jadi kita kerja sama tim,” jelasnya.
Dani membandingkan sistem pertandingan ORADO dengan permainan domino yang biasa dimainkan masyarakat dalam kegiatan hajatan atau pertandingan tingkat kampung.
Menurutnya, dalam pertandingan berpasangan, pemain tidak dapat hanya berfokus pada kepentingan dan strategi sendiri karena setiap keputusan berpengaruh terhadap peluang kemenangan tim.
“Kalau sistem Orado kampung di hajatan itu kan mementingkan diri sendiri. Nah, berhubung di sini sistemnya berpasangan atau partneran, jadi kita harus sinkron dengan tim. Berkat sinkron kita bisa mendapatkan juara satu,” katanya.
Ketika ditanya mengenai rahasia membangun kekompakan tersebut, Dani menegaskan bahwa semuanya membutuhkan strategi dan kemampuan memahami pola permainan pasangan.
Kepala Desa Cipasung itu juga mengaku aktif mengikuti berbagai kegiatan olahraga domino, termasuk turnamen yang menggunakan sistem pertandingan ORADO.
Baginya, olahraga domino tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ajang menguji kemampuan berpikir, membangun kerja sama, dan melatih pengambilan keputusan di bawah tekanan pertandingan.
Sementara itu, berdasarkan hasil akhir turnamen, Tim Kuwu Balap berhasil mengamankan posisi juara pertama, disusul Twins Team sebagai juara kedua.
Posisi ketiga ditempati Erion Sport Society B, sedangkan Tim Solid harus puas berada di peringkat keempat.
Dani turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang dinilainya berhasil menyelenggarakan pertandingan secara tertib dan kondusif.
“Saya ucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya kepada para panitia yang cukup solid, cukup bagus dalam acara ini. Di kegiatan ini semuanya aman, tenteram,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan, Harnida Darius, atas dukungannya terhadap perkembangan olahraga domino melalui berbagai kegiatan dan turnamen.
“Tak lupa juga saya ucapkan kepada Ketua PP Kabupaten Kuningan yang selalu eksis di bidang kegiatan Orado,” tambah Dani.
Sebelumnya, Harnida Darius menjelaskan bahwa keterlibatan ORADO dalam rangkaian peringatan HUT Pemuda Pancasila merupakan bagian dari upaya memperkenalkan domino sebagai olahraga yang mengedepankan kecerdasan dan kemampuan menyusun strategi.
Harnida yang juga menjadi bagian dari pembinaan ORADO menilai domino memiliki nilai positif karena melatih pemain mengambil keputusan secara tepat dalam situasi pertandingan.
“Olahraga domino ini mengasah otak kita. Di dalamnya ada strategi dan kita harus mengeksekusi keputusan. Jadi ini bukan sekadar permainan biasa,” kata Harnida.
Senada dengan itu, Ketua ORADO Kabupaten Kuningan, dr. Agah Nugraha, menyebut olahraga domino mengusung semangat “Memintarkan Indonesia” dengan menekankan daya pikir, ketenangan, konsentrasi, strategi, dan integritas.
Agah juga menyampaikan bahwa ORADO telah mendapatkan pengakuan sebagai cabang olahraga di tingkat KONI Pusat dan tengah mempersiapkan atlet untuk mengikuti pertandingan ekshibisi Porprov.
Keberhasilan Tim Kuwu Balap menjadi juara pertama sekaligus menutup persaingan turnamen dengan memperlihatkan bahwa kekompakan dan strategi menjadi faktor penting dalam pertandingan domino berpasangan.
Bagi Dani Hamdani, kemenangan tersebut menjadi pencapaian tersendiri sekaligus motivasi untuk terus mengikuti perkembangan olahraga domino di Kabupaten Kuningan.









Tinggalkan Balasan