VOXPOPULI.CO.ID Perjuangan Masyarakat Peduli Api (MPA) di bawah naungan Paguyuban Silihwangi Majakuning dalam membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman.

Apresiasi tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pengabdian para anggota MPA yang terus berjibaku membantu pemadaman api di tengah tantangan medan dan kondisi hutan pegunungan.

Memasuki hari keempat penanganan karhutla, anggota MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning masih terlibat dalam upaya pengendalian kebakaran di empat blok, yakni Blok Karangdingding, Blok Bintangot, Blok Arca, dan Blok Bukit Seribu Bintang.

Keterlibatan masyarakat ini menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk mengendalikan kebakaran sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi Gunung Ciremai.

Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, Nandar Juniar Arif, S.Hut., menegaskan bahwa keterlibatan MPA merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap kelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai.

Bagi para anggota MPA, membantu penanganan karhutla bukan sekadar upaya memadamkan api. Keterlibatan tersebut juga merupakan bentuk pengabdian untuk melindungi kawasan hutan, menjaga keanekaragaman hayati, serta mempertahankan fungsi ekologis Gunung Ciremai.

Upaya tersebut dilakukan di tengah tantangan medan yang tidak mudah, terutama di kawasan hutan pegunungan yang membutuhkan koordinasi dan kehati-hatian dalam proses pemadaman.

Melalui Humas Paguyuban Silihwangi Majakuning, Asep S Sonjaya Suparman atau yang akrab disapa Asep Papay, pihaknya berharap apresiasi dari Sekda Jawa Barat dapat semakin memperkuat semangat para relawan.

“Alhamdulilmah kebanggan bagi kami yang sejak dari Cibuntu sudah bergerak melakukan pemadaman”, ujarnya Sabtu (24/10).

Menurut paguyuban, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, petugas kehutanan, pemerintah, hingga unsur terkait lainnya.

Semangat gotong royong dinilai penting agar upaya pengendalian kebakaran dapat berjalan secara terkoordinasi dan mendukung perlindungan kawasan Gunung Ciremai.

Kehadiran MPA juga menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat memiliki peran dalam membantu upaya penanganan bencana lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan.

Paguyuban Silihwangi Majakuning menegaskan bahwa upaya pemadaman harus tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Karena itu, setiap langkah penanganan perlu dilakukan melalui koordinasi dengan petugas berwenang, dengan mempertimbangkan kondisi medan dan risiko di lokasi kebakaran.

Selain pemadaman, langkah pencegahan dan pemulihan kawasan juga dinilai penting agar dampak kebakaran dapat dikendalikan dan kelestarian ekosistem Gunung Ciremai tetap terjaga.

Kawasan Gunung Ciremai memiliki fungsi ekologis penting bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Oleh sebab itu, perlindungannya membutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari pemerintah, petugas, komunitas, dan masyarakat luas.

Apresiasi terhadap perjuangan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap kelestarian Gunung Ciremai.

(UGI)