
VOXPOPULI.CO.ID Pemerintah Kabupaten Kuningan meluncurkan program beasiswa bagi 1.250 santri berprestasi dan santri dari keluarga kurang mampu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Pada tahap pertama, bantuan beasiswa tersebut disalurkan kepada 255 santri. Sementara itu, penerima lainnya akan mendapatkan bantuan secara bertahap sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan pesantren.
Peluncuran program beasiswa berlangsung dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Jumat, 23 Oktober 2026.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus melepas kontingen Kabupaten Kuningan yang akan mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyah (PORSADIN) VIII tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cianjur.
Program beasiswa santri menjadi salah satu langkah Pemkab Kuningan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kesempatan kepada santri agar dapat mengembangkan potensi mereka.

Bupati Dian Rachmat Yanuar menjelaskan, program tersebut menyasar santri laki-laki maupun perempuan, baik yang memiliki prestasi akademik maupun keagamaan maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Adapun persyaratan penerima beasiswa adalah warga asli Kabupaten Kuningan dan sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan.
“Dengan adanya beasiswa santri, saya berharap para santri di Kabupaten Kuningan semakin semangat belajar, memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” ujarnya.
Bupati berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban pendidikan sekaligus mendorong para santri agar terus meningkatkan kemampuan diri.
Ia juga menekankan bahwa santri tidak cukup hanya menguasai ilmu agama, tetapi perlu memiliki wawasan luas dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, santri harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, menjaga persatuan, merawat toleransi, serta menjadi pelopor kebaikan di lingkungan masing-masing.
Pemkab Kuningan merencanakan dukungan beasiswa bagi sekitar 1.250 santri setiap tahun. Program tersebut ditargetkan menjangkau 5.000 santri hingga akhir masa jabatan Bupati.
Dukungan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan Bupati, terdapat sekitar 230 pondok pesantren yang beroperasi di Kabupaten Kuningan pada 2026.
Keberadaan pesantren dinilai menjadi kekuatan sosial sekaligus modal penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Selain memberikan dukungan pendidikan, Pemkab Kuningan juga melanjutkan upaya peningkatan akses air bersih dan sanitasi bagi 100 pondok pesantren.
Bupati berharap berbagai program tersebut dapat meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan pesantren sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi para santri.
Ia menegaskan, penguasaan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, santri dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri, tradisi pesantren, dan akhlak mulia.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Kuningan juga dirangkaikan dengan pelepasan kontingen PORSADIN VIII tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan berlangsung di Kabupaten Cianjur.
Bupati Dian berharap para santri yang mewakili Kabupaten Kuningan dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan baik, menjaga sportivitas, serta memperoleh kelancaran selama mengikuti kompetisi.
Keikutsertaan dalam PORSADIN menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan potensi di bidang olahraga serta seni keagamaan.
Selain pelepasan kontingen, peringatan Hari Santri di Kabupaten Kuningan juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan santri dari sejumlah pondok pesantren.
Kegiatan tersebut meliputi Liga Santri antarpesantren se-Kabupaten Kuningan, lomba selawat Ad-Diba’i, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), Musabaqah Hifdzil Muthun (MHM), lomba merias tumpeng, serta tabligh akbar di Masjid Syiarul Islam.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para santri yang terlibat dalam berbagai perlombaan, baik sebagai panitia maupun peserta.
Ia turut memberikan penghargaan kepada para kiai, pengasuh pondok pesantren, ustaz, ustazah, dan seluruh tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri dalam membina generasi bangsa.
Menurutnya, peran pendidik pesantren sangat penting dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan pada upacara tersebut, peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan karakter.
Pesantren juga diharapkan terus menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui dukungan beasiswa, peningkatan fasilitas pesantren, serta pengembangan potensi santri, Pemkab Kuningan berharap generasi muda pesantren mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya saing.
Program tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan daerah dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial.
(UGI)









Tinggalkan Balasan