
VOXPOPULI.CO.ID Insiden munculnya api terjadi di area Filling Hall Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Adelya Permata di wilayah Cipari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (21/10/2026).
Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan sejumlah karyawan yang terlihat berlarian meninggalkan area pengisian gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram.
Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi VOXPOPULI.CO.ID, tampak sejumlah pekerja berhamburan keluar dari area pengisian. Dalam rekaman yang sama, terlihat kepulan asap hitam membubung dari kawasan Filling Hall, lokasi berlangsungnya aktivitas pengisian tabung gas.
Kepala Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan dan langsung mengerahkan satu unit kendaraan pemadam kebakaran menuju lokasi.
“Benar, dilakukan 65 di SPPBE Cipari. Satu randis meluncur ke sana dan saat ini sudah bisa diatasi,” ujar Andri Arga saat dikonfirmasi VOXPOPULI.CO.ID, Rabu (21/10/2026).

Ketika ditanya mengenai penyebab dan kronologi kejadian, Andri menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, insiden diduga bermula dari robohnya tumpukan tabung gas yang kemudian berkaitan dengan munculnya api hingga membakar salah satu mesin pengisian.
“Berdasarkan informasi yang diterima Damkar Kuningan, diduga ada rubuhan tumpukan tabung yang mengakibatkan munculnya api dan membakar salah satu mesin pengisian. Kami masih memverifikasi laporan tersebut,” ungkapnya.
Keterangan tersebut masih bersifat sementara. Hingga berita ini disusun, penyebab pasti munculnya api maupun rangkaian kejadian yang mengakibatkan terbakarnya peralatan pengisian belum dapat dipastikan.
Andri juga mengungkapkan bahwa sistem proteksi kebakaran yang tersedia di lingkungan SPPBE turut membantu proses penanganan insiden.
Menurutnya, sistem sprinkler atau penyemprot air otomatis berfungsi dengan baik sehingga membantu mengendalikan api sebelum berkembang lebih luas.
“Alhamdulillah terbantu dengan sprinkle yang berfungsi baik, bahkan kita melakukan pendinginan dari hydra yang tersedia di sana,” jelasnya.
Petugas pemadam kebakaran juga memanfaatkan fasilitas hidran yang tersedia di lokasi untuk melakukan pendinginan setelah api berhasil dikendalikan.
Sementara itu, terkait kerugian material akibat kejadian tersebut, pihak Damkar Kuningan belum dapat memberikan estimasi.
“Saat ini masih menunggu laporan kerugian. Kita enggak bisa estimasi karena ada alat yang terbakar di sana dan kita enggak tahu nominalnya,” kata Andri.
Untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi dan penyebab kejadian, VOXPOPULI.CO.ID berupaya menghubungi pihak administrasi atau Liaison Officer (LO) SPPBE PT Adelya Permata. Namun, hingga upaya konfirmasi dilakukan, panggilan telepon belum mendapatkan jawaban.
Redaksi kemudian menghubungi Gugum, yang disebut sebagai Wakil General Manager SPPBE PCG, melalui pesan WhatsApp.
Dalam keterangannya, Gugum membenarkan bahwa sempat terjadi insiden pada pagi hari. Namun, ia memastikan kondisi di lokasi telah terkendali.
“Aman terkendali mas. Tadi pagi sempet ada kejadian. Alhamdulillah aman mas,” jawab Gugum melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 11.29 WIB.
Ketika dimintai penjelasan mengenai kronologi kejadian, Gugum belum bersedia memberikan keterangan terperinci karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan internal.
“Belum berani mas, nanti masih olah dulu,” tulisnya.
Insiden tersebut menjadi perhatian mengingat Filling Hall merupakan salah satu area vital dalam operasional SPPBE, tempat berlangsungnya proses pengisian elpiji ke dalam tabung sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, area Filling Hall tersebut berada tidak jauh dari fasilitas tangki timbun elpiji berkapasitas 50 ton.
Kedekatan area pengisian dengan fasilitas penyimpanan elpiji menjadikan pengendalian sumber api, penerapan prosedur keselamatan, dan kesiapan sistem proteksi kebakaran sebagai aspek penting dalam operasional SPPBE.
Munculnya api di lingkungan pengisian elpiji yang menerapkan pembatasan ketat terhadap sumber penyalaan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serius apabila tidak segera dikendalikan.
Meski demikian, belum terdapat keterangan resmi yang menyebutkan bahwa api sempat menjalar atau mengancam tangki timbun berkapasitas 50 ton tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi di lokasi dilaporkan telah terkendali. Penyebab pasti insiden, nilai kerugian material, serta kemungkinan dampaknya terhadap operasional pengisian gas elpiji masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan lebih lanjut dari Kepala Plant / Management SPPBE.












Tinggalkan Balasan