
VOXPOPULI.CO ID – Seorang siswa SDN 1 Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, berinisial F, harus menjalani operasi setelah mengalami luka bakar pada bagian wajah dan leher.
Insiden tersebut terjadi di Desa Cipakem pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
F diduga terkena api setelah seorang pelajar berinisial R membawa bensin dan hendak melakukan atraksi semburan api saat korban sedang bermain bersama adiknya.
Namun, kronologi mengenai apakah korban sengaja disiram bensin atau terkena secara tidak sengaja masih belum sepenuhnya jelas. Informasi yang beredar juga masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula setelah R pulang dari menonton hiburan musik dangdut di wilayah Desa Cipakem.

R kemudian disebut mengambil sisa bensin milik operator sound system dan membawanya ke lokasi tempat F sedang bermain.
Di lokasi tersebut, R diduga hendak memperlihatkan atraksi semburan api.
Dalam kejadian itu, bensin kemudian mengenai korban dan api menyambar tubuh F.
Korban disebut langsung berteriak kesakitan. Sementara R meninggalkan lokasi.
Adik korban bersama seorang temannya kemudian berusaha memadamkan api yang mengenai tubuh F menggunakan air.
Keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut kemudian membawa F untuk mendapatkan pertolongan medis.
F sempat mendapat penanganan di bidan sebelum akhirnya dirujuk ke Kuningan Medical Center (KMC) Luragung.
Karena mengalami luka bakar, terutama pada bagian wajah dan leher, korban kemudian mendapatkan penanganan lebih lanjut.
F akhirnya menjalani operasi di RSU Juanda Kuningan pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kondisi tersebut membuat keluarga korban harus menjalani proses perawatan medis untuk memulihkan luka yang dialami F.
Sekretaris Desa Cipakem, Armansyah, membenarkan adanya kejadian yang melibatkan anak-anak tersebut.
Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, insiden tersebut tidak berkaitan dengan persoalan dendam.
Armansyah menyebut persoalan itu telah diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
“Saya baru tahu malam ini. Tapi sudah proses kekeluargaan. Yang pasti, kejadian itu bukan atas dasar dendam, tapi tidak sengaja anak-anak main api, korban terbakar,” ujar Armansyah saat dikonfirmasi melalui telepon.
Menurutnya, pihak-pihak yang terlibat telah menempuh proses penyelesaian secara kekeluargaan.
Di sisi lain, informasi mengenai dugaan korban sengaja disiram bensin dan dibakar masih belum dapat dipastikan.
Terdapat perbedaan keterangan mengenai kronologi kejadian, termasuk apakah api mengenai tubuh korban akibat kecelakaan saat bermain api atau terdapat tindakan yang disengaja.
Karena itu, dugaan penganiayaan maupun unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Yang jelas, kejadian tersebut menyebabkan seorang anak mengalami luka bakar pada bagian wajah dan leher hingga membutuhkan tindakan operasi.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting mengenai perlunya pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya ketika berhadapan dengan bahan mudah terbakar dan api.
Keselamatan anak menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (Ugi)












Tinggalkan Balasan