
VOXPOPULI.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Kabupaten Kuningan tancap gas memperkuat mesin organisasi. Konsolidasi struktur partai ditargetkan rampung 100 persen hingga tingkat kecamatan, desa dan kelurahan paling lambat pertengahan November 2026.
Langkah tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum DPC PRI Kuningan, Iwan Rewek. Konsolidasi ini tidak hanya diposisikan sebagai agenda administratif, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang PRI menghadapi Pemilu 2029.
Iwan menegaskan, penguatan struktur hingga tingkat paling bawah menjadi pekerjaan utama yang harus diselesaikan sebelum partai berbicara lebih jauh mengenai target perolehan kursi legislatif maupun kepala daerah.
“Kami datang ke sini untuk memastikan kesiapan menyusun struktur lengkap 100 persen tingkat kecamatan, dan 100 persen tingkat Desa/kelurahan,” tandas Rewek.
Safari konsolidasi organisasi PRI Kuningan telah dimulai sejak 8 Agustus 2026 dari Kecamatan Jalaksana. Agenda tersebut melibatkan koordinasi lintas struktur mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Konsolidasi kembali digelar di Kecamatan Japara pada Kamis, 24 September 2026. Dalam forum tersebut, Iwan Rewek menegaskan bahwa kelengkapan struktur organisasi merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
Bagi PRI Kuningan, struktur di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan akan menjadi fondasi sebelum dilakukan pemetaan strategis terhadap potensi perolehan kursi legislatif di parlemen daerah.
Setelah konsolidasi struktural ditargetkan rampung pada pertengahan November, PRI Kuningan akan melanjutkan pekerjaan dengan memperkuat basis massa di tingkat akar rumput.
Penguatan basis tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengukur efektivitas mesin partai. PRI Kuningan juga akan melakukan pemetaan terhadap peluang dalam kontestasi legislatif maupun pemilihan kepala daerah.
Evaluasi tidak hanya dilakukan berdasarkan klaim internal. DPC PRI Kuningan menyatakan akan menggunakan survei sebagai instrumen untuk mengukur perkembangan partai di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami akan mensurvei perkembangan PRI di tingkat Desa/Kelurahan. Hasil survei tersebut akan menjadi bahan untuk mengukur potensi pendapatan kursi pada Pemilu mendatang,” jelas Rewek.
Pengawasan terhadap kinerja kader juga akan dilakukan hingga lini paling bawah, termasuk tingkat RT dan RW. Loyalitas serta militansi kader nantinya akan dilihat berdasarkan kerja organisasi dan perolehan suara nyata di bilik suara pada Pemilu 2029.
“Kalau 2029 jumlah suara PRI di Kabupaten Kuningan signifikan, itu menunjukkan kadernya sudah bekerja on the track,” tegasnya.
Dengan strategi tersebut, PRI Kuningan memilih membangun fondasi organisasi terlebih dahulu sebelum mengejar target elektoral. Struktur yang lengkap diharapkan tidak sekadar tercatat secara administratif, tetapi benar-benar aktif bekerja di tengah masyarakat.
“Keberadaan struktur partai hingga tingkat paling bawah akan menjadi prioritas utama sebelum mengejar target perolehan kursi legislatif dan kepala daerah,” pungkas Iwan Rewek.***












Tinggalkan Balasan