KUNINGAN, (VOX) – Sebuah video ulasan mengenai plang jalan di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, menarik perhatian warganet. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @kangmunu2012, dosen dan peneliti Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Dr. Munawar Holil, S.S., M.Hum., menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian antara nama jalan yang ditulis menggunakan aksara Latin dan Aksara Sunda Baku pada sebuah plang jalan.

Dalam video tersebut, Munawar Holil memberikan penilaian terhadap plang jalan yang berada di Cigugur. Ia menyebut plang tersebut hanya layak mendapat nilai 4 dari 10 karena terdapat sejumlah kejanggalan dalam penulisan.

“Rating penggunaan aksara pada plang jalan di Jawa Barat. Saat ini saya sedang berada di Cigugur, Kuningan. Plang jalan ini saya kasih rating 4/10,” ujarnya.

Menurutnya, bagian atas plang jalan tertulis menggunakan aksara Latin “JL. SUTAN SJAHRIR”. Namun, tulisan yang berada di bawahnya menggunakan Aksara Sunda Baku diduga justru mengarah pada nama “Jalan Dr. Ir. Soekarno”.
“Tertulis di atas menggunakan aksara Latin: JL. SUTAN SJAHRIR. Tapi di bawahnya itu ada tulisan Aksara Sunda Baku yang saya duga tulisannya adalah Jalan Dr. Ir. Soekarno. Itu pun penulisannya keliru,” kata Munawar.

Ia kemudian mengulas secara rinci dugaan kesalahan dalam penggunaan tanda pamaéh dan beberapa unsur penulisan Aksara Sunda Baku yang menurutnya tidak lazim.

“Menurut saya, ini penulisan yang tidak lazim. Harusnya kalau mau, penulisan yang lebih tepat adalah da diberi pamaéh jadi d, dan ra diberi pamaéh jadi r. Jadi, Dr,” jelasnya.

Munawar juga mengkritisi penulisan yang diduga merujuk pada singkatan “Ir.” karena dianggap tidak mengikuti kaidah yang lazim dalam Aksara Sunda Baku.

Selain itu, ia menilai terdapat kesalahan penempatan tanda pamaéh pada bagian yang diduga merupakan penulisan nama Soekarno sehingga menghasilkan pembacaan yang berbeda.

“Nah, ini dugaan saya tulisannya adalah Soekarno, tapi di sini salah penempatan pamaéh jadi terbaca Soékano,” ujarnya.

Di akhir ulasannya, Munawar mempertanyakan perbedaan antara nama jalan yang tertulis dalam aksara Latin dan tulisan Aksara Sunda Baku pada plang tersebut.

“Menurut saya, ada yang aneh dari penulisan Aksara Sunda Baku pada plang jalan ini. Kenapa antara aksara Latin dan Aksara Sunda Baku-nya berbeda? Jadi ini jalan Sutan Sjahrir atau Jalan Soekarno?” katanya.

Dr. Munawar Holil sendiri merupakan dosen dan peneliti di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Gelar sarjana diraihnya pada tahun 1993 di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran, sementara gelar magister dan doktor diperoleh dari Program Studi Ilmu Sastra FIB UI.

Selama karier akademiknya, ia aktif terlibat dalam penyusunan katalog naskah Nusantara, penelitian dan penerbitan naskah-naskah Nusantara, khususnya naskah Sunda. Ia juga kerap menjadi narasumber dalam berbagai forum ilmiah terkait kajian naskah Nusantara, serta berperan sebagai editor buku dan reviewer di sejumlah jurnal nasional. Publikasi ilmiahnya dapat ditelusuri melalui Google Scholar atas nama Munawar Holil.

Video ulasan tersebut kini menjadi perbincangan di media sosial dan memunculkan perhatian publik terkait pentingnya ketelitian dalam penulisan nama jalan serta penggunaan Aksara Sunda Baku pada fasilitas publik, terutama sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah.***