
KUNINGAN, (VOX) – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan banyak tokoh untuk menyampaikan pesan spiritual dan refleksi kehidupan. Salah satunya datang dari Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan, Deden Kurniawan Sopandi, yang mengunggah status WhatsApp bernuansa renungan mendalam tentang makna pengorbanan di era modern, Rabu (27/05).
Dalam unggahan status WhatsApp pribadinya, Deden membagikan ilustrasi rumah, uang tunai, dan kartu perbankan disertai kalimat reflektif yang menyentil kehidupan manusia modern saat ini.
“Hari ini, Ismail manusia modern bukan lagi anak yang dibaringkan di altar kurban. Ismail hari ini bernama rekening, jabatan, validasi sosial, popularitas, gelar, dan ego. Kita memeluk semuanya terlalu erat, seolah hidup runtuh jika itu hilang,” tulis dalam unggahan tersebut.
Pesan itu kemudian dilanjutkan dengan kalimat yang menyoroti bagaimana manusia sering kali tanpa sadar menjadikan dunia sebagai pusat kehidupan.
“Ironisnya, semakin besar rasa memiliki, semakin besar rasa takut kehilangan. Di situlah manusia mulai menyembah dunia tanpa sadar,” lanjut tulisan dalam status tersebut.

Unggahan bernuansa religius dan kontemplatif itu diakhiri dengan ucapan sederhana “Selamat Idul Adha”.
Status tersebut pun menjadi perhatian sejumlah kalangan karena dinilai tidak sekadar ucapan hari raya biasa, melainkan mengandung pesan moral tentang pentingnya keikhlasan dan kemampuan manusia untuk melepaskan keterikatan duniawi.
Dalam tradisi Islam, Idul Adha memang identik dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang ketundukan, keikhlasan, serta pengorbanan demi menjalankan perintah Allah SWT. Pesan tersebut kemudian dikontekstualisasikan ke kehidupan modern, di mana manusia dinilai memiliki “Ismail-Ismail modern” berupa harta, jabatan, hingga pengakuan sosial.
Deden Kurniawan Sopandi sendiri dikenal sebagai pejabat yang aktif menyampaikan pandangan terkait tata kelola keuangan daerah dan aset pemerintah. Ia saat ini menjabat sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan.
Belakangan, nama Deden cukup sering menjadi sorotan publik karena perannya dalam pengelolaan fiskal daerah, penyelesaian persoalan tunda bayar, hingga optimalisasi aset daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun di tengah kesibukannya sebagai pejabat publik, pesan yang ia bagikan pada Hari Raya Idul Adha kali ini justru lebih menekankan sisi spiritual dan introspeksi diri. Jika dilihat pesan tersebut relevan dengan kondisi kehidupan modern saat ini, ketika manusia kerap dihadapkan pada perlombaan status sosial, pencapaian materi, dan pengakuan publik yang terkadang membuat nilai-nilai spiritual mulai terpinggirkan tak terkecuali kepada mereka yang duduk di birokrasi.***









Tinggalkan Balasan