
VOXPOPULI.CO.ID Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan terus memberikan dukungan logistik dan layanan kesehatan bagi petugas yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai.
Dukungan tersebut disiapkan untuk menjaga kondisi personel selama proses pemadaman, terutama di tengah medan yang berat dan paparan asap kebakaran. Pemkab Kuningan juga berharap kebakaran dapat dipadamkan sepenuhnya dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Hal itu disampaikan Tuti Andriani saat meninjau kesiapan petugas di Posko Pasawahan, Sabtu (24/10/2026).
“Mudah-mudahan dalam dua sampai tiga hari ke depan api bisa padam seluruhnya. Insyaallah,” ujar Tuti.
Tuti menjelaskan, Pemkab Kuningan terus memastikan ketersediaan logistik bagi petugas gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla Gunung Ciremai.

Menurutnya, kebutuhan personel menjadi perhatian serius, mengingat proses pemadaman membutuhkan tenaga ekstra dan berpotensi berlangsung hingga malam hari.
“Alhamdulillah, pasokan logistik terus kami dukung. Kebutuhan untuk sekitar 1.000 personel hingga malam hari juga sudah kami persiapkan,” katanya.
Dukungan logistik tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stamina petugas selama menjalankan tugas di lapangan. Ketersediaan kebutuhan dasar menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasi pemadaman.
Pemkab Kuningan pun berupaya memastikan dukungan terhadap personel tetap berjalan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
Selain memastikan ketersediaan logistik, Pemkab Kuningan menyiagakan layanan kesehatan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang mungkin dialami petugas selama proses pemadaman.
Dukungan medis melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat. Pemerintah daerah juga menyiapkan masker dan perlengkapan pendukung lainnya untuk membantu mengurangi risiko paparan asap kebakaran.
Tuti menyampaikan, hingga wawancara berlangsung, belum ada laporan petugas mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas akibat paparan asap tebal.
Untuk menjaga kesiapan pelayanan kesehatan, sebanyak empat tenaga medis disiagakan dengan sistem pergantian tugas setiap enam jam. Pelayanan medis juga tersedia bagi petugas yang diterjunkan langsung ke lokasi kebakaran.
“Tim medis ada dari puskesmas setempat. Kami juga menyiapkan masker dan kebutuhan lainnya. Pelayanan medis untuk petugas di lapangan pun tersedia,” jelasnya.
Kesiapan tenaga medis tersebut diharapkan dapat membantu petugas memperoleh penanganan dengan cepat apabila mengalami keluhan kesehatan selama menjalankan operasi pemadaman.
Pemkab Kuningan berharap dukungan logistik dan layanan kesehatan yang berkelanjutan dapat membantu petugas menjalankan tugas secara optimal hingga kebakaran berhasil dikendalikan.
Target pemadaman dalam dua hingga tiga hari ke depan menjadi harapan pemerintah daerah di tengah upaya penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai.
Meski demikian, keberhasilan pemadaman tetap bergantung pada kondisi di lapangan, termasuk perkembangan titik api, karakteristik medan, dan efektivitas penanganan oleh seluruh personel gabungan.
Pemerintah daerah terus memberikan dukungan kepada petugas yang bertugas agar upaya pemadaman berjalan lancar sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan mereka.
Penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai menjadi perhatian bersama karena kebakaran hutan dan lahan berpotensi mengancam kelestarian ekosistem serta lingkungan di kawasan konservasi tersebut.
(UGI)












Tinggalkan Balasan