VOXPOPULI.CO.ID Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati menggelar survei simulasi akreditasi selama dua hari sebagai persiapan menghadapi penilaian akreditasi utama yang dijadwalkan pada November 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Oktober ini melibatkan tim surveyor akreditasi independen untuk mengevaluasi kesiapan rumah sakit secara menyeluruh. Simulasi tersebut juga menjadi sarana mengidentifikasi kekurangan dan menyusun langkah perbaikan guna meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Dewan Pengawas RSUD Linggajati, mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut pada Selasa (20/10/2026).

Ia menegaskan, seluruh catatan dan rekomendasi dari tim penilai akan ditindaklanjuti bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

U. Kusmana menyebut RSUD Linggajati sebagai salah satu rumah sakit kebanggaan daerah yang perlu terus diperkuat dari sisi kualitas layanan, sarana, dan prasarana.

Menurutnya, hasil evaluasi dalam survei simulasi harus menjadi dasar pembenahan agar rumah sakit semakin siap menghadapi penilaian akreditasi utama pada November mendatang.

“RSUD Linggajati merupakan salah satu rumah sakit kebanggaan daerah. Catatan evaluasi dari tim penilai akreditasi akan kami jadikan prioritas pembenahan. Keterbatasan fiskal daerah bukan menjadi penghalang bagi pemenuhan sarana dan prasarana penting, melainkan akan kami upayakan secara bertahap. Semua hasil ini akan segera dilaporkan kepada Bupati Kuningan selaku pemilik rumah sakit,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan peningkatan fasilitas akan diupayakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan prioritas pelayanan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan RSUD Linggajati dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

RSUD Linggajati dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi fasilitas pelayanan kesehatan rujukan di wilayah utara Kabupaten Kuningan.

Lokasinya yang strategis dan berbatasan langsung dengan Kota serta Kabupaten Cirebon menjadi salah satu keunggulan dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.

Untuk mendukung potensi tersebut, penguatan kemitraan dengan puskesmas, rumah sakit di wilayah sekitar, dan pihak swasta dinilai penting. Kolaborasi diharapkan dapat meningkatkan koordinasi layanan sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan.

Dengan penguatan fasilitas dan kerja sama lintas layanan, RSUD Linggajati diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan pasien dari Kuningan bagian utara maupun daerah sekitarnya.

Direktur RSUD Linggajati, dr. Eva Maya, menjelaskan bahwa survei simulasi pada Oktober bertujuan memetakan kondisi riil rumah sakit secara menyeluruh sebelum penilaian resmi dilaksanakan.

Menurutnya, masukan dari tim surveyor menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen untuk memperbaiki berbagai aspek pelayanan.

“Survei simulasi ini memberikan banyak masukan penting dari tim surveyor. Masukan ini menjadi modal kami untuk terus berbenah dalam meningkatkan mutu layanan dan mengutamakan keselamatan pasien (patient safety),” tutur dr. Eva.

Evaluasi tersebut diharapkan membantu rumah sakit mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, sehingga persiapan menghadapi akreditasi tidak hanya berfokus pada pemenuhan penilaian, tetapi juga berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan sehari-hari.

Perkembangan positif RSUD Linggajati juga terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR).

Berdasarkan data per September yang disampaikan dalam keterangan tersebut, BOR RSUD Linggajati mencapai 55,9 persen. Angka ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 30 persen.

Peningkatan BOR tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya pemanfaatan layanan rumah sakit. Namun, capaian ini tetap perlu diiringi dengan pemantauan mutu pelayanan, ketersediaan fasilitas, dan keselamatan pasien.

Sekda Kuningan juga menyoroti tren pemulihan positif RSUD Linggajati selama setahun terakhir di bawah kepemimpinan direktur saat ini. Kondisi tersebut disebut sejalan dengan meningkatnya kembali kepercayaan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Melalui survei simulasi dan tindak lanjut rekomendasi surveyor, manajemen RSUD Linggajati optimistis dapat mempersiapkan diri secara lebih matang menghadapi penilaian akreditasi utama pada November 2026.

Pembenahan yang dilakukan diharapkan tidak hanya mendukung pencapaian akreditasi, tetapi juga memperkuat pelayanan kesehatan yang mengutamakan mutu, keamanan, dan kenyamanan pasien.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, peningkatan sarana dan prasarana secara bertahap, serta penguatan kerja sama dengan fasilitas kesehatan lain, RSUD Linggajati diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat Kuningan dan sekitarnya.

(UGI)