VOXPOPULI.CO.ID – Kepala SMP Negeri 1 Japara, Kabupaten Kuningan, Oon Suharyono, S.Ag., M.MPd., memberikan klarifikasi terkait insiden yang menyebabkan seorang siswa kelas VII mendapatkan perawatan medis di RSUD Linggajati, Senin (12/10/2026).

Dalam wawancara melalui pesan WhatsApp dengan voxpopuli.co.id, Rabu (14/10/2026), Oon menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterimanya dari guru, insiden terjadi ketika seorang siswa melemparkan sachet cairan pembersih lantai hingga mengenai beberapa siswa lainnya.

Salah seorang siswa terkena cairan tersebut pada bagian wajah dan mulut sehingga diduga sebagian cairan masuk ke dalam mulutnya.

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai keterangan Kepala Instalasi Gawat Darurat RSUD Linggajati, dr. Agi, yang sebelumnya menyampaikan pengakuan pasien bahwa dirinya dipaksa meminum cairan oleh temannya, Oon tidak membantah keterangan tersebut.

“Saya ikut pendapat beliau karena beliau ahli dalam bidangnya, kalau saya awam terkait hal tersebut,” ujar Oon.

Oon hanya memberikan koreksi mengenai jenis produk yang sebelumnya disebut dalam keterangan dokter.

“Ralat sedikit, bukan Soffell tapi So Klin Lantai,” jelasnya.

Dengan demikian, keterangan Oon tidak secara eksplisit menyangkal pengakuan korban yang disampaikan kepada dokter. Oon juga membenarkan adanya tindakan terhadap siswa berupa perintah mengelilingi lapangan sekolah. Informasi tersebut, menurutnya, baru diperoleh dari guru yang mengajar pada saat kejadian.

“Yang ini benar, Pak, baru didapatkan dari guru yang mengajar pada jam pelajaran tersebut, dan sudah disampaikan di hadapan pihak keluarga,” katanya.

Menurut Oon, tindakan tersebut diberikan karena siswa ribut dan bertengkar dengan temannya.

“Alasannya karena ribut dan bertengkar dengan temannya,” ungkapnya.

Terkait penanganan korban, Oon menjelaskan bahwa siswa terlebih dahulu mendapatkan pertolongan di UKS sebelum dibawa guru ke Puskesmas Japara.

Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Linggajati oleh petugas puskesmas dengan pendampingan guru.

Oon mengaku tiba di rumah sakit setelah salat Zuhur dan mendampingi korban beserta keluarganya hingga waktu Asar.

Sementara itu, pihak sekolah telah mengadakan pertemuan dengan keluarga korban pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Masalah sekolah dengan korban sudah clear. Keterangan yang diminta oleh pihak keluarga sudah disampaikan semua sesuai pengetahuan saya, dan keluarga menitipkan keberlangsungan pendidikannya di sekolah,” ujarnya.

Mengenai tindakan terhadap siswa yang terlibat, pihak sekolah masih akan berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.

“Akan dikonsultasikan dengan pihak dinas, mohon waktu mengingat korban dan pelaku adalah anak sekolah supaya hasilnya yang terbaik buat kita semua,” katanya.

Oon juga menyampaikan bahwa keluarga korban meminta agar siswa yang terlibat dalam insiden tersebut dipisahkan kelasnya.

“Permintaan keluarga korban untuk dipisah kelas,” pungkasnya.***