
VOXPOPULI.CO.ID– Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus pembinaan sosial ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan. Jajaran petugas bersama warga binaan melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan dan selokan di sekitar kawasan masyarakat, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Kuningan membangun kepedulian sosial warga binaan sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat di sekitar lingkungan pemasyarakatan.
Kerja bakti dilakukan dengan membersihkan sampah dan kotoran yang menumpuk di lingkungan sekitar serta saluran air. Pembersihan selokan dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengantisipasi munculnya genangan akibat saluran yang tersumbat.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana mempererat hubungan antara Lapas dan masyarakat.
Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu maupun kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh jajaran dan warga binaan untuk menumbuhkan semangat gotong royong serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Eries.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari pembinaan positif bagi warga binaan.
Keterlibatan warga binaan dalam kerja bakti tidak sekadar diarahkan untuk membantu membersihkan lingkungan.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk menumbuhkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, serta semangat gotong royong.
Salah seorang warga binaan berinisial W mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif baginya.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pentingnya gotong royong. Kami berharap apa yang dilakukan hari ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkap W.
Kegiatan di luar lingkungan Lapas tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman sosial yang positif bagi warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan sebelum nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan bersama petugas membersihkan sampah dan kotoran yang berada di sekitar lingkungan masyarakat serta saluran air.
Pembersihan selokan menjadi perhatian karena penumpukan sampah dapat menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Kuningan turut mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air secara bersama-sama.
Staf Lapas Kelas IIA Kuningan, Zulfahmi, mengatakan kerja bakti tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar membersihkan lingkungan.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap semangat gotong royong ini terus terpelihara, baik di lingkungan Lapas maupun di tengah masyarakat,” ujar Zulfahmi.
Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menanamkan nilai-nilai positif.
Melalui aktivitas tersebut, warga binaan diajak memahami pentingnya berkontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat. Sikap gotong royong, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian sosial diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Lapas Kelas IIA Kuningan juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar.
Tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, kerja bakti tersebut menjadi pesan bahwa proses pembinaan warga binaan juga dapat dilakukan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan semangat gotong royong yang terus dibangun, Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen mendorong warga binaan agar memiliki sikap positif dan mampu mengambil peran konstruktif ketika kembali ke lingkungan sosial. (Ugi)









Tinggalkan Balasan